post image
KOMENTAR
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, meresmikan dimulainya pembangunan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei serta proyek MP3EI lainnya di Sumatera Utara, Rabu (3/7/2013).

Turut hadir dalam acara "ground breaking" tersebut antara lain Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menperin MS Hidayat dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supanji.

Menurut Hatta Rajasa, keberadaan KEK Sei Mangkei merupakan komponen strategis dari proram Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). KEK itu dirancang untuk mengakomodasi lebih dari 200 unit industri berkelas dunia.

Dengan keunggulan geografis yakni memiliki akses ke Selat Malaka, KEK Sei Mangkei akan berkembang pesat dan menjadi simpul ekonomi dunia. Hadirnya KEK itu diharapkan agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya pada bahan baku impor dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sejumlah proyek yang diresmikan pembangunannya adalah pembangunan Dry port dengan kapasitas 30.312-75.000 TEUS pertahun yang berfungsi sebagai pelayanan satu pintu QIC (quarantine, immigration, and custom). Nilai invetasinya Rp78 miliar.

Selain itu, pembangunan Tank Farm (tangki timbun) sebanyak 2 unit dengan kapasitas masing-masing 5.000 ton minyak sawit dan untuk tahap pertama dan 2x3.000 untuk CKPO dengan nilai investasi Rp100 miliar.

Proyek lainnya adalah pembangunan Waste Water treatment plant (WWTP) kapasitas 250 meter kubik perjam, dengan investasi Rp35 miliar.

Menurut Hatta, pembangunan infrastruktur tersebut didanai oleh PTPN III selaku pembangun dan pengelola KEK Sei Mangkei. Proyek tersebut diperkirakan dapat dioperasikan pada akhir 2014.

"Groundbreaking" proyek lainnya adalah pembangunan pabrik Oleochemical PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) dengan kapasitas 550 ton/hari dengan nilai Rp1,4 triliun, serta pembangunan pabrik pupuk NPK Bio-Mikronutrisi oleh PT Cipta Buana Utama Mandiri dengan teknologi nano berkapasitas 200.000 ton per tahun (CBUM) dengan investasi Rp400 miliar.

Sementara proyek yang diresmikan Menko Hatta adalah pengelolaan dan instalasi air bersih berkapasitas 250 meterkubik per 3 jam, instalasi jaringan listrik, sarana jalan ROW 43 dan ROW 28 sepanjang 2.700 metern dan drainase sepanjang 1.920 meter.

Selain itu, Gedung Pusat Inovasi Kelapa Sawit yang dibangun oleh Kemenperin serta Irigasi dan Waduk Sei Ular yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum. [ded]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi