post image
KOMENTAR
MBC. Praktik pendistribusian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) memang kacau balau dan sering salah sasaran. Di Sumatera Utara ditemukan banyak persoalan. Saat mencairkan dana itu, ternyata bukan orang miskin melainkan mereka kaum berada yang terlihat datang ke kantor pos.

Tak heran, pemerintah seolah-olah ingin mengatasi dampak akibat dari menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui program BLSM itu. Namun tanpa disadari BLSM itu cenderung melecehkan warga miskin dan tak mendidik.

Hal itu dikatakan pakar kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago dalam diskusi bertema "Karut Marut Pembagian BLSM" di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2013).

"BLSM sangat tidak tepat dan cenderung melecehkan rakyat miskin. Tapi pemerintah merasa bisa mengatasi persoalan pendistribusian BLSM," kata Andrianof seperti dikutip dari Rakyat Merdeka Online.

Persoalan pendistribusian BLSM, menurut dia, bukan pekerjaan mudah. Apalagi minim sosialisasi, pPendistribusian BLSM yang tak benar justru rentan terjadinya penyimpangan.

"Dalam kaitan BLSM saya melihat pemerintah sok mau cepat dan ingin memamerkan diri bisa bertindak cepat namun hasilnya lebih buruk dari program sebelumnya." [ans]

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Sebelumnya

BMH Bersama PLN UIP SBU Gelar Program Peduli Dengan Menyalurkan 250 Paket Sembako

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas