post image
KOMENTAR
Pemerintah diminta untuk tidak memberikan izin bagi penyelenggaraan kompetisi Miss World yang akan digelar pada bulan Oktober yang akan datang. Sejauh ini, sudah banyak elemen masyarakat yang telah mengajukan keberatan dan penolakannya. Itu menunjukkan bahwa masyarakat merasa terganggu dengan kegiatan tersebut.

"Jangan sampai bernasib sama dengan konser Lady Gaga tempo hari. Walau tiket sudah terjual habis, belakangan ternyata konser dibatalkan. Menurut saya, resistensi terhadap kontes kecantikan ini malah lebih tinggi."

Begitu dikatakan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (25/8/2013).

Selain itu, kontes kecantikan ini dinilai sangat jauh dari semangat UU 44/2008 tentang pornografi dan pornoaksi. Bahkan, kontes yang mempertontonkan aurat perempuan ini bisa jadi melanggar UU tersebut. Dikhawatirkan, pasca penyelenggaraan nanti akan ada beberapa elemen masyarakat yang akan melaporkan pelanggaran itu ke pihak berwajib.

Selain manfaatnya yang tidak jelas, kontes Miss World ini sendiri sangat jauh dari nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan bangsa Indonesia. Untuk jadi perempuan pintar, anggun, dan berkepribadian, tidak mesti harus menang kontes kecantikan. Para srikandi Indonesia, misalnya, RA Kartini, Cut Nyak Dien, Martha Christina Tiahahu,  dan lain-lain sampai hari ini tetap dikenang karena pengabdiannya, bukan hanya karena kecantikannya.[rmol/hta]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas