post image
KOMENTAR
Kenaikan mata uang dolar AS disertai juga dengan kelangkaan sejumlah komoditi primer. Salah satunya adalah kedelai. Kelangkaan bahan baku itu akhirnya memicu kebutuhan olahan yang berbahan pokok kedelai seperti tahu dan tempe.

Untuk memenuhi stok kebutuhan kedelai Badan Urusan Logistik (Bulog) tengah bersiap untuk mengimpor. Hal ini sejalan dengan penunjukan Bulog sebagai lembaga pengaman harga dan penyalur kedelai.

Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, mengakui sudah mengajukan permohonan impor kepada Kementerian Perdagangan. Rencananya, Bulog akan mendatangkan kedelai dari produsen besar di Amerika Serikat dan Brasil.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, mengatakan, pemerintah akan terus mengupayakan cukupnya ketersedian kacang kedelai di pasaran sehingga  tidak sampai terjadi kelangkaan.

Penunjukan Bulog sebagai importir kedelai tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2013 yang diterbitkan pada 8 Mei 2013. Dalam Perpres ini disebutkan, Bulog diizinkan mengimpor kedelai jika diperlukan.

Selain mengajukan izin, Sutarto mengaku sudah bertemu dengan sejumlah asosiasi produsen makanan dan petani kedelai guna memuluskan impor. Sutarto juga telah meneken kerja sama dengan Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopti) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Selain impor, Bulog tetap melakukan pembelian kedelai dari sentra produksi dalam negeri, seperti Aceh, Sumatera Selatan, dan Banten.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog, Rito Angky Pratomo, mengatakan, impor akan dilakukan karena Bulog belum bisa menjaga stabilitas harga kedelai yang tengah melambung.

Pada akhir Juli, harga kedelai menyentuh Rp 8.000 per kilogram atau melampaui batas atas harga jual kedelai untuk perajin yang dipatok Rp 7.450 per kilogram. Menurut Rito, paling tidak, dua bulan lagi impor harus sudah masuk. [hta]

AS Dan China Akan Memulai Negosiasi Tarif, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Sebelumnya

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi