post image
KOMENTAR
Sekilas, Reza Afika bocah yang masih berusia 13 tahun ini tidak terlihat berbeda dengan anak lainnya, lincah dan tersenyum riang sambil asik bermain-main.

Namun, kondisinya terlihat memprihatinkan ketika rantai besi setebal 2 cm dan sepanjang dua meter mengikat sebelah kakinya. Pemandangan tak lazim ini terlihat di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (15/1/2014).

Dimana saat itu, bocah tersebut hadir di PN Medan dengan mengenakan kaos coklat dan celana jeans bersama Ayah kandungnya untuk melihat persidangan abang kandungnya Jefri yang didudukan di kursi pesakitan karena mencuri kabel telkom.

Rantai yang mengikat kaki kanan, Reza, mengundang perhatian dan pertanyaan pengunjung sidang. Sambil memegang rantai kaki anaknya, Razali (55) warga Belawan, menjelaskan kondisi putri keempat dari lima bersaudara kepada MedanBagus.Com.  

Razali menjelaskan, jika putrinya harus dirantai sejak usianya 9 tahun. Hal itu dilakukan setelah Reza kerap meninggalkan rumah orang tuanya.

"Dia ini ada penyakit stepnya. Dia kalau sudah kumat penyakit stepnya setelah sadar dia pergi dari rumah nggak tahu kemana sampai pernah dia pergi sampai ke Sukaramai. Akhirnya dia dipulangkan sama orang setelah ditanya-tanya alamatnya. Pernah juga dia pergi berhari-hari sampai kami cari dengan mengumumkannya di koran," ungkap Razali yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai Kuli pengangkat barang di PJKA.

Meski mengaku putrinya dapat disembuhkan, Razali mengaku tak memiliki biaya sehingga memilih untuk merantai Reza.

"Di rumah pun dia saya rantai biar tidak bisa pergi kemana-mana. Karena nanti kalau dia pergi repot. Kalau mengobati dia sudah capeklah habis biaya," ujar Razali.

Tidak hanya penyakit step yang diderita Reza, Razali juga mengaku putrinya memiliki kebiasaan aneh yang membuatnya harus merantai anak kandungnya tersebut.

"Sejak ibunya meninggal dia memiliki kebiasaan yang aneh. Dia suka makan obat nyamuk, obat-obatan sampai dia pernah keracunan gara-gara makan obat yang nggak jelas," ujar Razali yang mengaku jika Reza kini memiliki gangguan kejiwaan.

Razali yang saat itu mengunjungi putra ketiganya yang tengah diadili tampak santai memboyong Reza pulang sambil memegang rantainya usai menyaksikan persidangan.

Meski begitu, Reza sendiri mampu berinteraksi dengan pengunjung sidang bahkan beberapa pengunjung yang prihatin memberikan sejumlah uang untuk Reza. "Aku senang disini, nggak bosan kayak di rumah. Aku benci di rumah,"celetuk Reza sambil tersenyum. [ded]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas