post image
KOMENTAR
Peneliti Lembaga Survey Indonesia (LSI) Adjie Urbaningrum menyebutkan, hasil survey menunjukkan jika Partai Demokrat semakin ditinggalkan oleh publik.

Kondisi ini pun dipastikan akan membuat partai yang didirikan oleh SBY tersebut akan hancur total pada pemilu 2014 ini. Hasil penelitian terbaru LSI menunjukkan, elektabilitas partai tersebut terus merosot dibawah 5 persen, yakni hanya 4,7 persen.

"Kini setelah hampir 10 tahun berkuasa, menjadi the rulling party, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono mulai ditinggal publik," katanya dilansir rakyat merdeka online, Minggu 92/2/2014).

Adjie menyebutkan faktor utama kemerosotan Partai Demokrat yakni masalah korupsi yang terus mendera beberapa kadernya, termasuk mantan ketua umum Anas Urbaningrum.

Keyakinan semakin terpuruknya Partai Demokrat juga diperkuat dengan tidak adanya peserta konvensi capres Demokrat yang saat ini memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Berbeda dengan tokoh-tokoh lain yang digadang menjadi calon presiden oleh partai lainnya.

"Dahlan Iskan hanya memperoleh dukungan 2,5 persen, Pramono Edhie Wibowo 2,1 persen, Marzuki Alie 2,0 persen, dan delapan nama capres konvensi lainnya hanya memperoleh dukungan di bawah 2 persen," jelas Adjie.

Dalam penelitian yang mereka lakukan, Adjie menyebutkan saat ini 2 partai teratas yang dengan elektabilitas tertinggi ditempati Golkar dan PDI Perjuangan. Hal ini membuatnya yakin, jika pemerintahan perioden 2014-2019 mendatang akan jatuh ketangan mereka.

"Partai Demokrat telah terlempar dari pertarungan ini. Pemerintahan 2014 adalah pemerintahan Golkar atau PDIP.

Data penelitian LSI yang disampaikannya menunjukkan tinggal elektabilitas Partai Golkar mencapai 18,3 persen, PDIP 18,2 persen, Partai Gerindra 8,7 persen, Partai Demokrat 4,7 persen, Partai Hanura 4,0 persen, PKB, 3,7 persen, PPP 3,6 persen, PAN 3,3 persen, PKS 2,2 persen, Partai Nasdem 2,0 persen, PBB 0,7 persen, dan PKPI 0,5 persen. 

Penelitian LSI sendiri dilakukan pada tanggal 6-16 Januari 2014, mengunakan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden dengan margin of error plus minus 2,9 persen. Penelitian kuantitatif dilaksanakan di 33 provinsi dengan metode media focus group discussion (FGD) dan interview mendalam. [rgu]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa