post image
KOMENTAR
KPU Sumatera Utara kembali mengingatkan jajarannya untuk tetap menjaga etika penyelenggara pemilu dengan tidak memihak pada salah satu kontestan dalam Pilpres 2014. Hal ini menurut mereka penting mengingat tensi politik menjelang pemungutan suara tersebut semakin tinggi yang ditandai dengan semakin banyaknya kampanye negatif dan kampanye hitam yang disebarkan kepada masyarakat melalui media sosial.

"Upaya yang bisa kami lakukan ya memastikan seluruh penyelenggara pemilu di jajaran kami bekerja sesuai aturan, sehingga tidak ada satupun pihak yang merasa dicurangi," kata Komisioner KPU Sumut, Yulhasni, Senin (23/6/2014).

Yulhasni mengakui semakin tingginya tensi politik berpotensi merambat pada kondusifitas dalam pemilu presiden. Namun menurutnya, penyelenggara tidak boleh terjebak dalam situasi tersebut. Menurutnya melaksanakan penyelenggaraan pemilu sesuai aturan dan kode etik menjadi salah satu upaya yang bisa mereka lakukan untuk meminimalisir potensi konflik yang ada.

"Dengan bekerja baik dan menjunjung tinggi aturan dan netralitas maka kami yakin seluruh pihak nantinya bisa menerima hasil akhirnya," ungkapnya.[rgu]

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Sebelumnya

Pembatasan Jam Operasional di Ramadhan Bikin Pengusaha Olahraga Ketangkasan Terpaksa Rumahkan Karyawan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa