Dewan Pembina Relawan GRSI, Dicki Petrus Sebayang, menjelaskan pihaknya telah menginstrusikan seluruh tim Relawan GRSI hingga ke daerah pelosok untuk memantau jalannya pemungutan suara. Pilpres yang sudah dipastikan oleh Mahkamah Konstitusi akan berlangsung satu putaran ini berpotensi terjadi kecurangan dan pelanggaran. Hal itu bisa dilihat dari maraknya kampanye hitam pada saat kampanye hingga memasuki masa tenang.
"Kita tidak ingin, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi. Harapan kita, dengan pengerahan massa itu, tidak terjadi kecurangan. Apalagi, kan ini sedang bulan puasa," katanya kepada sejumlah wartawan kemarin.
Dia menjamin hasil perhitungan suara di akan sama dengan di posko pemenangan.
Sementara itu, Ketua Relawan GRSI Pusat, Juanta Tarigan, mengatakan para relawan yang diterjunkan, tidak hanya bertugas sampai pada proses hitung cepat saja. Akan tetapi, sampai pada tahapan penghitungan riil. "Nanti hasilnya tidak hanya disampaikan lewat SMS, tapi hasil C1 plano kita foto untuk antisipasi kecurangan yang mungkin terjadi dalam penuangan angka, dan pilihan masyarakat itu sendiri," sambung dia.
Senada dengan Juanta Tarigan, Sekjen GRSI Nugroho Wicaksono meyakini, pemerintah akan berupaya untuk melaksanakan pilpres dengan baik, mulai dari pusat hingga ke daerah. "Kita percaya pemerintah akan mengakhiri periodenya ini, dengan legacy-nya melaksanakan pemilu ini dengan baik," katanya.
Ia menegaskan loyalitas saksi yang dipersiapkan tim sudah tidak diragukan lagi. Menurutnya, para saksi itu sudah terlatih, dan bukan ad hoc. "Loyalitas saksi dalam tak perlu diragukan," pungkasnya.
Turut hadir dalam jumpa pers tersebut seluruh unsur pengurus Relawan GRSI seperti Dewan Pembina GRSI Dicki Petrus Sebayang, Ketua Relawan GRSI Pusat Juanta Tarigan dan Sekretarisnya Nugroho Wicaksono, Ketua Relawan GRSI Medan Ismail Marzuki beserta Sekretaris Cha Cha Gunawan Ginting, Ketua GRSI Deli Serdang Ewa dan Sekretaris Wendi serta Direktur Eksekutif GRSI Andi JB. [zul]
KOMENTAR ANDA