post image
KOMENTAR
Partai Golkar memastikan tidak ada rekayasa yang dibuat Dewan Pimpinan Pusat terkait penyelenggaraan Musyawarah Nasional IX.

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, sebagai partai yang demokratis, DPP Golkar menyerahkan sepenuhnya waktu penyelenggaraan Munas kepada pemegang suara. Guna ditentukan lewat Rapimnas.

"Kita harus betul-betul menghargai hak masing-masing dan tidak ada intimidasi, tidak ada rekayasa yang kita lakukan," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (11/11/2014).

Menurut Idrus, dalam Munas 2009 lalu telah ditetapkan bahwa penyelenggaraan Munas ke-IX dilaksanakan tahun 2015. Namun, kepastian waktu dan tempat tergantung hasil Rapimnas yang rencananya dilaksanakan tanggal 17-19 November mendatang di Yogyakarta.

Apabila dalam ajang Rapimnas terdapat keinginan untuk mempercepat penyelenggaraan Munas maka hal itu diserahkan kepada para pemegang hak suara.

"Silakan kepada mereka semua, apapun keinginan mereka dan itu dilakukan musyawarah mufakat atau suara terbanyak di antara mereka. Tentu DPP tidak boleh menghindar dari kesepakatan-kesepakatan itu," jelasnya.

Idrus memastikan tidak benar adanya wacana percepatan penyelenggaraan Munas menjadi skenario DPP untuk memuluskan jalan aklamasi pemilihan kembali Aburizal Bakrie sebagai ketua umum Golkar.

"Segala hal yang mencuat jelang Munas akan terkristalisasi di dalam Rapimnas nanti," tegasnya.[rgu/rmol]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa