post image
KOMENTAR
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Medan Syahrizal Arif mengaku, pihaknya terus melakukan monitoring peredaran sembilan bahan pokok (Sembako) baik yang ada di dalam gudang maupun dipasaran. Pasalnya wacana pemerintah pusat yang akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pertengahan November tahun ini, dapat dimanfaatkan oknum tertentu untuk menimbun barang dagangan mereka.

"Naik atau tidaknya BBM, kami terus lakukan pengawasan. Jangan sampai masyarakat resah karena kelangkaan sembako yang ditimbun oleh oknum. Itu yang kami antisipasi terus," ungkapnya menyikapi sudah naiknya sejumlah harga sembako di daerah luar Kota Medan, Jumat (14/11/2014).

Syahrizal tidak menampik adanya kelangkaan cabai dipasaran, karena minimnya pasokan dari tanah karo. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Sumut untuk menjalin komunikasi dengan Dinas Pertanian yang ada di provinsi-provinsi di pulau jawa, agar bersedia memasok kekurangan sembako di Kota Medan.

 "Untuk jenis sembako lainnya kita tidak ada kendala. Hanya pada cabai saja terjadinya kelangkaan. Tapi sudah bisa antisipasi dengan memasok cabai dari pulau jawa," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Karo merupakan salah satu Kabupaten di Sumut yang menjadi tumpuan warga Medan dalam mensuplai kebutuhan sembako. Karena di Kabupaten itu sektor pertaniannya menjadi sektor yang paling di andalkan dalam peningkatan PAD Kabupaten Karo. Namun saat ini sektor tersebut tengah mengalami penurunan produksi, akibat aktivitas erupsi Sinabung yang tak kunjung berhenti, dan berdampak terhadap masyarakat khususnya Medan dan daerah lainnya.[rgu]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Ekonomi