post image
KOMENTAR
Menjadi warga negara Indonesia khususnya masyarakat Kota Medan harus memiliki jiwa besar. Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, kini warga harus dihadapkan dengan permasalahan baru lainnya, yakni kecilnya debit air PDAM Tirtanadi yang mengalir ke rumah warga. Keluhan ini di utarakan Syoibah warga Kel.Harjo Sari I Kec.Medan Amplas pagi tadi, Rabu (19/11/2014).

Minimnya debit air yang mengalir ke rumah mereka sangat mengganggu aktivitas. Dimana setiap pagi, biasanya kebutuhan air sangat tinggi. "Di rumah ini kalau pagi semua pada sibuk, ada yang masak untuk bontot di kerjaan, ada juga yang mau mandi berangkat kerja. Semuanya menggunakan air leding (PDAM). Kayak mana kalau air leding ini kecil, semuanya bisa tertunda," keluhnya kepada medanbagus.com.

Hal senada juga dikatakan Lisna warga lainnya. Sebelum menjadi pelanggan PDAM Tirtanadi, mereka biasanya menggunakan air sumur. Namun kondisi air sumur tidak bisa digunakan lagi lantaran berbau tak sedap dan warna berubah hitam, dengan merogoh tabungan yang di miliki, keluarganya menggunakan jasa PDAM untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangganya.

"Mau tidak mau harus masuk air leding lah bang. Mana tahan kami dengan aroma air sumur yang bau dan warnanya hitam gitu. Pas udah jadi pelanggan air PDAM, air sering kecil dan terkadang jorok ketika keran air di buka malam hari. Mau tidak mau harus terima lah," ucapnya.[rgu]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas