Pasalnya, kebijakan itu dipastikan bertentangan dengan agenda Pemerintah Tiongkok yang mendukung dan meyediakan suasana bisnis sehat dan transparan.
"Tiongkok sudah sejak lama secara konsisten mendukung investastor asing yang hendak menjalankan usaha di sini. Kami terus menyediakan suasana bisnis yang sehat dan transparan bagi mereka," kata dia.
Sebelumnya, Pemerintah Tiongkok sudah dikenal memberlakukan kebijakan kontrol ketat atas internet untuk mencegah kerusuhan sosial atau kritik terhadap Partai Komunis.
Negara tersebut menerapkan sensor internet paling rumit di dunia yang dikenal dengan nama Great Firewall. Para pengamat menduga Tiongkok tengah meningkatkan kontrol tersebut dengan target utama perusahaan asing seperti Google dengan menyaring informasi dari luar negeri. [hta]
KOMENTAR ANDA