post image
KOMENTAR
Jabatan baru di lingkungan Istana, yaitu Kepala Staf Kepresidenan (Kastafpres) kelihatannya meniru model Gedung Putih AS yaitu Chief of Staff (CoS). Untuk pertama kalinya jabatan Kastafpres dipegang oleh Letjen TNI (Pur) Luhut Panjaitan.

Pakar politik senior Muhammad AS Hikam mengatakan, CoS bertugas antara lain mengawasi dan mengontrol para staf kepresidenan, arus informasi kepresidenan, dan negosiasi dengan Senat serta Konggres.

"Di Indonesia, Kastafpres tampaknya menjadi semacam manajer informasi utama (chief of information officer, CIO) bagi Presiden," sebuat dia dikuti dari laman facebook Muhammad A S Hikam, Jumat (2/1).

Kastafpres sebagai CIO memiliki tugas; menyampaikan informasi strategis kepada Presiden; membantu Presiden untuk merancang komunikasi antar lembaga dan kepada publik; dan membantu Presiden dalam mengidentifikasi isu strategis.

"Dengan tupoksi seperti itu, secara teoretis Luhut Panjaitan memegang posisi kunci dan strategis di dalam pemerintahan Presiden Jokowi. Bahkan mungkin lebih penting ketimbang Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet, kendati dua yang terakhir itu memiliki sejarah yang lebih lama dan birokrasi yang lebih ekstensif. Apakah dalam kenyataan akan demikian nantinya? Tentu kita belum tahu," ujar AS Hikam. [hta/rmol]








Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Sebelumnya

Pembatasan Jam Operasional di Ramadhan Bikin Pengusaha Olahraga Ketangkasan Terpaksa Rumahkan Karyawan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa