post image
KOMENTAR
Pengungsi erupsi Sinabung yang berasal dari 4 desa di Kabupaten Karo, seperti Desa Guru Kinayan, Desa Beras Tepu, Desa Gamber dan Kuta Tonggal mulai resah atas keberlanjutan santunan tunai yang mereka terima dari pemerintah untuk biaya sewa lahan selama mereka berada di pengungsian. Menurut Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Karo, Susanto, sewa lahan yang diberikan pemerintah akan memasuki masa akhir.

"Ada yang berakhir desember 2014 lalu dan ada juga yang berakhir Jauari 2015 ini. Nah, setelah itu bagaimana? ini yang menjadi pertanyaan para pengungsi," katanya, Selasa (13/1/2015).

Susanto mengatakan, hingga saat ini mereka masih membutuhkan dana sebesar Rp 1,8 juta tersebut untuk menyambung kehidupan mereka selama di pengungsian. Mereka mendesak agar pemerintah memberi kepastian, apakah pemberian santunan yang sama akan berlanjut atau tidak.

"Jika tidak, tolong diberi kepastian apakah pengungsi akan dikembalikan ke desa mereka atau bagaimana," ungkapnya.

Para pengungsi ini menurut, Susanto juga masih meminta kepastian mengenai adanya wacana relokasi desa dari pemerintah. Mereka mengaku khawatir atas realisasi dari wacana tersebut mengingat, relokasi terhadap 3 desa yang menjadi prioritas yakni Desa Bekerah, Desa Simacem dan Desa Suka Meriah ke kawasan hutan Siosar di Kecamatan Merek hingga saat ini belum rampung.

"Jadi banyak hal yang ingin diminta kepastiannya oleh pengungsi," ujarnya.

Diketahui ratusan kepala keluarga hingga saat ini masih menempati titik-titik pengungsian di Kabupaten Karo. Jadwal pemulanga mereka sendiri belum dipastikan mengingat intensitas erupsi Sinabung kembali meningkat.[rgu]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas