post image
KOMENTAR
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) salah jika menggelar operasi pasar memasok beras melalui pedagang-pedagang besar.

Begitu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli usai memimpin rapat koordinasi di kantornya, Gedung BPPT I, Jakarta Pusat, Kamis (21/1).

Bukan tanpa sebab. Menurutnya, para pedagang besar sudah memiliki kekuatan pasar yang lebih besar dibandingkan pedagang-pedagang menengah dan kecil.

Nah, jika kekuatan pasar pedagang besar tadi ditambah dengan penyaluran pasokan beras bersubsidi dari Bulog, maka keuntungan yang mereka dapatkan makin luar biasa. Sementara pedagang menengah justru makin terpuruk.

"Bulog kami minta saat intervensi pasar itu berikan ke pedagang menengah agar kompetitif. Jangan berikan ke pedagang pasar Cipinang," tegas mantan menteri koordinator bidang perekonomian era Abdurrahman Wahid itu.

Rizal kembali mengulas Bulog semasa ia pimpin dulu. Saat itu, operasi pasar yang dilakukan Bulog langsung menyasar pedagang menengah. Namun, sayangnya belakangan ini disalurkan lewat pemain besar, yang sudah punya kekauatan pasar.

Rizal juga mencium aroma tidak beres dengan perdagangan beras saat ini. Dia menemukan kecenderungan margin yang diterima pedagang lebih tinggi dibandingkan yang diterima petani.

Harusnya, kata menteri yang terkenal dengan jargon rajawali kepret dan bangkit ini, margin yang diterima petani haruslah lebih tinggi. Dengan begitu insentif bagi petani agar bergairah menanam padi.

"Kami minta Kementan, Kemendag dan KPPU agar menunjukkan bahwa sistem perdagangan itu tidak kompetitif, atau setengah oligopolistik," demikian Rizal.[rgu/rmol]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi