post image
KOMENTAR
DPR RI menilai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kewalahan menghadapi fakta bahwa ada jumlah pasien yang tiba-tiba melonjak setelah negara hadir memberikan pelayanan kesehatan.

"Pada 2013 berubah wajahnya. Dulu orang sakit tidak mau ke rumah sakit karena mahal. Sekarang, istilahnya, orang ramai-ramai pingin sakit. Dulunya rumah sakit menampung 1000 pasien per hari, sekarang bisa 2000-3000 pasien per hari," kata Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf, dalam diskusi "BPJS, Antara Sehat dan Sengsara", di Cikini, Jakarta, Sabtu (19/3).

Sejak BPJS Kesehatan hadir, dalam waktu 2 tahun saja sudah terdaftar 163 juta peserta. Masalahnya, lanjut Dede, distribusi pelayanan kesehatan nasional belum merata.

"Ini lonjakan begitu besar, pelayanan belum siap untuk terima lonjakan," katanya.

Dede mengatakan, idealnya BPJS Kesehatan sudah dapat diakses seluruh penduduk Indonesia pada 2019.

Tapi kalau melihat dalam 2 tahun saja ada 163 juta orang yang terdaftar, berarti sudah lebih dari separuh penduduk Indonesia (dengan perkiraan 250 juta orang) yang ter-cover.

"Masalahaya apakah mereka sudah dapatkan layanan terbaik? Atau baru 30 persen yang mendapat layanan baik? Sejauh ini, tingkat respon positif dari masyarakat adalah 78 persen, sisanya mungkin tidak puas. Tapi itu hanya data statistik," terang Dede Yusuf. [hta/rmol]

 

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas