post image
KOMENTAR
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli kembali menegaskan bahwa kontraktor Inpex selaku "penguasa" blok Masela tidak akan hengkang dari proyek pembangunan kilang gas alam cair (LNG) yang telah diputuskan di darat oleh Presiden Joko Widodo.

Rizal menerangkan, Inpex sudah lebih lima tahun melakukan pengeboran di lapangan abadi Blok Masela, dengan biaya yang sudah dikeluarkan 2 miliar dolar AS. Ekplorasi itu menghasilkan temuan ladang gas yang tersedia selama 70 tahun. Lantaran itu, Inpex tidak akan mungkin hengkang dari Indonesia.

"Tidak cerdas kalau mereka (Inpex) kabur. Itu hanya pejabat Indonesia yang bermental Inlander yang nakut-nakutin," tegas Rizal pada Minggu (27/3) malam.

Jika pun Inpex enggan melanjutkan pengelolaan Blok Masela, menurut Rizal, masih banyak perusahaan lain yang "antri" ingin mengambil alih mereka.

Lebih lanjut Rizal menjelaskan, pembangunan kilang LNG Blok Masela akan menerapkan standar untuk laut dalam. Ini artinya ada kemungkinan tidak menggunakan baja dalam negeri. Namun demikian, tetap lebih efisien dibandingkan harus membangun floating LNG karena harus mendatangkan kapal FLNG dari Korea.

Rizal juga mengingatkan, maksimal usia kapal hanya 30 tahun, setelah itu harus diremajakan atau dibangun ulang.

"Jauh lebih bagus memang kalau dibangun di darat. Kita nanti akan gunakan standar baja yang bajanya belum ada standarnya di Indonesia," tukas mantan menteri perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.[hta/rmol]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi