post image
KOMENTAR
Arsitektur masjid ini terbilang unik. Diapit oleh dua menara berbentuk runcing di sudut kanan kiri bangunan.

Tidak seperti kebanyakan, masjid ini menyimpan cerita sejarah perjalanan Islam di daerah pesisir Jakarta. Namanya Masjid Jami Luar Batang.

Di dalam masjid tersebut bersemayam jasad Al-Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus alias Habib Keramat Luar Batang, sang pendiri.

Konon, kapal layar yang ditumpangi Habib Husein terdampat di Luar Batang, daerah Pasar Ikan, Jakarta, yang merupakan benteng pertahanan Belanda di Jakarta. Padahal daerah ini tidak boleh dikunjungi orang, maka Habib Husein dan rombongan diusir dengan digiring keluar dari teluk Jakarta. Kemudian seorang Betawi membawa Habib Husein dengan menyembunyikannya.

Orang Betawi ini bernama Haji Abdul Kadir, yang makamnya bersemayam disebelah makam Habib Husein. Haji Abdul Kadir berguru pada Habib Husein. Makam keduanya berada di kompleks Masjid Jami Luar Batang, yang didirikan oleh Habib Husein.

Salah seorang juru kunci (kuncen) Masjid Keramat Luar Batang, Syamsudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL bercerita, bahwa masjid ini memang menyimpan banyak kisah, perjalanan syiar islam di Jakarta, dan kisah seorang Habib Husein yang begitu lantang melawan penjajahan Belanda. Oleh karena itu, masjid ini selalu ramai orang yang berdatangan, baik yang ingin berziarah ke makam Habib, atau sekedar ingin menunaikan sholat dan berkeliling komplek masjid Luar Batang.

Ia bercerita, magnet makam Habib Husein begitu kuat di kalangan masyarakat yang ingin berziarah, apalagi Habib dikenal sebagai ulama yang pertama mensyiarkan Islam di wilayah pesisir Jakarta hingga akhirnya Habib membangun Kampung Luar Batang.

"Warga selalu ramai berdatangan. Terutama malam Jumat, datang saja setiap malam Jumat, pasti ramai yang datang," ujar Udin, sapaan akrab Syamsudin, Kamis (7/4).

Kemesraan masjid Keramat Luar Batang dengan warga Luar Batang, serta Pasar Ikan, saat ini terancam berakhir begitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hendak menggusur kampung bersejarah ini. Udin menuturkan, setiap hari, penggusuran menjadi perbincangan warga yang merasa terzalimi.

"Warga Pasar Ikan bahkan sudah di SP 2," ujar Udin lirih.

Ia mengakui, warga kerap kedatangan pihak Pemprov DKI dan Kecamatan Penjaringan, yang terus menyuruh warga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka. Dikabarkan, warga akan direlokasi ke Rusun Marunda. Namun, beberapa warga, mengecek ke Rusun Marunda, sudah sangat padat dan hampir penuh oleh warga relokasi korban penggusuran di lokasi berbeda.

"Bagaimana coba, disuruh ke Marunda, di sana penuh. Warga masih tetap memilih bertahan," protes dia.

Senada dengan keluhan sang kuncen makam Habib Husein, Mansur Amin, pengurus Masjid Luar Batang yang juga tokoh kampung mengungkapkan kegelisahan warga Luar Batang akibat ancaman penggusuran oleh Pemprov DKI. Kabar yang mereka terima, penggusuran dilakukan untuk membangun apartemen-apartemen mewah, yang sangat merugikan warga Luar Batang, apalagi wilayah ini merupakan cagar budaya.

"Pasar Ikan sudah SP 2, warga Luar Batang sebentar lagi akan dikirim surat peringatan juga," keluhnya.

Ia bersama warga Luar Batang, akan berjuang agar Pemprov DKI mengurungkan niat mereka untuk menggusur pemukiman warga yang ditujukan untuk kepentingan para pengusaha semata. Ia meminta, agar masyarakat melihat secara jelas, derita masyarakat Pasar Ikan, terutama, yang terancam digusur dan sewaktu-waktu terpaksa terusir dari kediaman mereka.

"Kami minta media, lihat kondisi Pasar Ikan. Kenapa di diekspose. Kami minta dukungan, jangan Gubernur saja yang dibela terus," ujarnya.[hta/rmol]

Komunitas More Parenting Bekerja Sama Dengan Yayasan Pendidikan Dhinukum Zoltan Gelar Seminar Parenting

Sebelumnya

Sahabat Rakyat: Semangat Hijrah Kebersamaan Menggapai Keberhasilan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Komunitas