post image
KOMENTAR
Dalam simposium 'Rebutan Identitas di Lapangan Merdeka' yang diselenggarakan Forum Merdeka dan diisi oleh berbagai narasumber dari berbagai latar belakang kompetensi menghasilkan beberapa butir rekomendasi untuk dilimpahkan kepada Pemerintah kota Medan. Hasil berupa rekomendasi tersebut disampaikan di penghujung acara oleh koordinator Forum Merdeka, Shohibul Anshor Siregar, Jumat (20/5).

Shohibul mengatakan hasil berupa rekomendasi tersebut adalah buah dari pengarahan Walikota Medan saat memberi kata sambutan, berbagai perspektif dari para narasumber  dan aspirasi peserta.

"Simposium telah menerima dan mencermati dengan penuh penghargaan pengarahan Walikota Medan yang kemudian disusul dengan perspektif narasumber yang terdiri dari Hasyim Purba, Irwansyah Hasibuan, Maulana Pohan, Jaya Arjuna, Erwin Pane, Dahlena Sari Marbun, Zulkarnain Lubis (Kepala Bappeda Kota Medan), Surya Dharma Hamonangan Dalimunthe, saya, dan seluruh aspirasi peserta simposium," kata Shohibul Anshor.

Rekomendasi yang dihasilkan dari simposium tersebut, pertama secara yuridis dalam tatanan hukum tata ruang sebetulnya telah diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2007  Penataan Ruang yang isinya kurang lebih berbicara tentang pemanfaatan yang seimbang dan berdaya guna serta mengedepankan kepentingan umum.

Kedua, eksistensi Lapangan Merdeka Medan berulang kali menjadi terancam karena inkonsistensi terhadap tata ruang yang disepakati. Dengan demikian, mempertahankan Lapangan Merdeka dalam bentuk aslinya sudah menjadi keharusan.

Ketiga, kebijakan pembangunan ekonomi yang berada di sekitar Lapangan Merdeka (apartemen, perkantoran dan bangunan lainnya), seyogyanya mengindahkan nilai-nilai historis dan kebudayaan yang menempel pada dirinya.

Keempat, ingatan kolektif warga tentang Lapangan Merdeka adalah bentuk kepedulian tentang pentingnya merawat rumah milik bersama sebagai wujud kedaulatan warga, dengan harapan menjadi tuan di masa depan.

Kelima, Salah satu solusi yang dapat mengakomodasi semua identitas yang mewujud di Lapangan Merdeka adalah lewat kemitraan Pemerintah-Pengusaha-Masyarakat.

Keenam, Lapangan Merdeka hanyalah sebuah titik tolak dari permasalahan identitas Kota Medan secara keseluruhan.[hta]

KOMENTAR ANDA

Baca Juga