post image
KOMENTAR
Di duga akibat malpraktek yang di lakukan seorang dokter di salahsatu rumah sakit yang berada di kota medan, seorang remaja berusia 16 tahun lemah dan tak berdaya dan hanya terbaring di tempat tidur.

Perutnya berlubang yang membuat ususnya terburai keluar.

Adalah Zulkifli, warga desa batu malenggang, kecamatan hinai, kabupaten Langkat, yang menderita kelainan di perut hingga mengalami usus terburai keluar.

Awalnya Zulkifli yang masih duduk di kelas 2 SMA, kecamatan hinai ini memakan bakso bakar yang kerap berjualan di sekolahnya. Tiba tiba perutnya sakit dan langsung permisi dari sekolah untuk pulang kerumah.

Karena rasa sakit yang tidak tertahankan, akhirnya Zulkifli memberitahu orangtuanya.

Upaya pertama yang dilakukan kedua orangtuanya adalah dengan memanggil mantri di kampungnya, karena semakin parah, akhirnya Zulkifli di bawa kerumah sakit umum Tanjung pura, Langkat.

Setibanya di RSU Tanjung pura, pihak rumah sakit Tanjung pura langsung merujuk kerumah sakit pirngadi di medan.

Setelah beberapa kali upaya pengobatan di lakukan, pihak RSU pirngadi  Medan (tim dokter), akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan operasi terhadap Zulkifli.

Namun sepertinya operasi tidak berjalan lancar, hal ini terbukti dari jahitan di perut Zulkifli berulang kali terbuka sehingga mengakibatkan ususnya keluar.

Pihak keluarga sudah berulang kali melakukan Check up ke RSU pirngadi Medan, namun tidak ada perkembangan, bahkan kondisi Zulkifli semakin memburuk.

Menurut Yusna, yang merupakan orangtua Zulkifli, awalnya Zulkifli hanya sakit perut biasa, setelah memakan bakso bakar.

"Dia (Zulkifli) awalnya hanya sekedar sakit perut biasa setelah memakan BAkso bakar di sekolahnya, tapi sekarang kondisinya makin parah bahkan hingga memakai kantong plastik di perut karena ususnya yang keluar," ungkapnya.

Sementara itu, Zulkifli hanya bisa berharap sakitnya bisa segera sembuh karena dirinya masih ingin tetap sekolah dan bermain dengan teman teman seusianya.

Kini Zulkifli hanya bisa terbaring di tempat tidur sembari menunggu upaya dari RSU pirngadi Medan, dan berharap uluran tangan dari para dermawan sehingga sakit yang di deritanya bisa segera sembuh.[rgu]

Inovasi Pemutus Rantai Penularan Tuberculosis Paru Melalui Wadah Berisi Lisol Terintergrasi Startegi Derectly Observed Treatment Shourtcourse (DOTS)

Sebelumnya

Cegah Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Kesehatan