post image
KOMENTAR
Perang terhadap narkoba terus diserukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Binjai. Kali ini BNN Kota Binjai melakukan sosialisasi dan mengajak para guru untuk mengantisipasi narkotika masuk ke areal sekolah di Aula Rumah Makan Punakawan, Jalan Garot Subroto, Kelurahan Bandar Senembah, Binjai Barat, Senin (29/8).

Kepala BNN Kota Binjai, Drs AKBP Safwan Khayat memaparkan kepada para guru bahwa betapa pentingnya antisipasi terhadap masuknya peredaran narkotika di sekolah. Sebab anak didik merupakan generasi muda yang perlu dilindungi dari bahaya narkoba.

"Kita bisa antisipasi dengan melihat perilaku anak didik yang mulai mengulah dengan cara pendekatan dan membimbing mereka dengan mengetuk hati mereka," ungkap Kepala BNN Kota Binjai dihadapan 33 perwakilan guru-guru Kota Binjai yang hadir.

Menurutnya, anak didik sangat butuh perhatian dan memahami dampak buruk dari narkoba agar mereka bisa lebih menyadari betapa buruknya narkoba jika sudah meracuni dirinya.

"Untuk itu kita sangat berharap peran serta para guru didik dan orangtua, karena dengan demikian kita bisa sama sama memberantas narkoba dan mengantisifasi dari dini," terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, ia juga memaparkan bahwa ada beberapa contoh anak yang terindikasi menggunakan narkoba, seperti perilaku yang mulai melawan dan selalu berbohong serta berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara.

"Dari perilaku inilah, kita bisa melakukan pendekatan dan memberikan pencerahan kepada anak didik. Yakinkan dirinya, kalau narkotika merupakan benda yang sangat berbahaya dan merusak jaringan otak," ungkap dia.

Di samping itu, salah satu perwakilan guru mengaku kalau peredaran narkoba memang sudah masuk ke areal sekolah. Sebab dari sekolah mereka, terdapat 8 murid yang terindikasi menggunakan narkotika.

Untuk itu mereka berharap agar BNN Kota Binjai dapat melakukan sosialisasi serta melakukan tes terhadap anak didik di sekolah.

"Memang benar, peredaran narkotika sudah sangat meresahkan dan masuk ke sekolah. Seperti di sekolah kami, ada 8 murid yang terkontaminasi narkoba. Makanya, kami berharap pihak BNN bisa melakukan sosialisasi ke setiap sekolah. Juga melakukan tes urine terhadap murid guna mengantisipasi sejak dini," pinta salah satu guru.

Menyikapi permintaan itu, AKBP Safwan Khayat, menyanggupi dan menyambut baik. Bahkan dirinya berjanji akan menjaga nama baik sekolah dan murid jika memang tebukti ada murid yang terindikasi menggunakan narkoba.[sfj]

Sekolah Ditutup 14 Hari, Gubernur Edy Rahmayadi: Belajar Dirumah

Sebelumnya

Imbas Corona, SMA/SMK Di Sumut Mulai Belajar Mandiri Di Rumah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Pendidikan