post image
KOMENTAR
Berbagai cara dilakukan orang untuk mengucapkan rasa syukur atas rahmad dan hidayah kepada Tuhan. Seperti dilakukan masyarakat Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Guna menunjukan rasa syukur, mereka melakukan kenduri yang disebut "Bersih Desa".

"Acara ini memang setiap tahun kami lakukan dan sudah berlangsung turun temurun. Biasanya kami lakukan habis panen raya atau setiap tanggal 4 April," kata Kepala Desa Teluk Surinah, Selasa (11/4) siang.

Selain acara kenduri (makan bersama), papar dia, ada dilakukan acara kitab budaya. Acara ini merupakan rangkaian dari acara bentuk syukur.

Dimana setiap etnis akan memakai baju adat masing masing. Selanjutnya, warga dari berbagai etnis ini melakukan keliling kampung setelah acara kenduri berlangsung.

"Kebetulan kampung kami terdiri dari berbagai etnis atau suku adat. Jadi setiap etnis mewakili untuk memakai baju adat masing masing. Dan ini merupakan bentuk kegiatan untuk menyatukan rasa kebersamaan setiap warga," tutur dia.

Selain itu juga, ungkap dia, ada nantinya acara wayang kulit semalam suntuk dan rebutan makanan. Disinilah bentuk kemeriahan acara setiap tahunnya. Dimana setiap warga sangat antusias menyambut acara ini.

"Jadi acara ini tidak seharian saja, namun sampai 2 harian, Sehingga acara ini sangat dinanti warga. Dan hari ini merupakan perayaan yang ke 97 tahun," papar wanita ini.

Diharapkannya, acara ini dapat terus terlaksana dan terjaga setiap tahunnya. Sehingga anak cucu nantinya dapat melihat dan melestarikan acara ini. Juga dapat merasakan bentuk syukur mereka kepada sang Khaliq," Kita harapkan dapat terus terjaga.

Ditempat yang sama, salah seorang warga yang bernama Nurmanto, mengaku kalau panen raya kali ini hasilnya cukup melimpah.

"Alhamdulillah, panen tahun ini cukup melimpah bang," ungkap dia.

Bapak beranak dua ini juga mengatakan, kalau acara tahunan ini memang sangat dinanti warga sekitar. Karena ini merupakan budaya dari nenek moyang dalam menunjukan rasa sukur mereka. Bahkan dari anak anak sudah diajarkan untuk mengikuti dan melestarikan budaya ini.

"Sudah lama kali ini bang. Bahkan dari saya masih kecil dulu, sudah ada acara syukuran seperti ini. Makanya saya selaku orang tua mengajarkan anak anak dan menyarankan untuk mengikuti acara ini," terang pria berusia 37 tahun ini.

Sementara Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH yang diwakili Asisten II Sura Ukur mengatakan, sangat menyambut baik acara ini.

"Kami selaku pemerintah setempat sangat menyambut baik," jelasnya.

Dirinya juga mengharapkan, agar masyarakat sekitar dapat terus menjaga kultur budidaya. Dimana acara ini memang harus dilestarikan, sehingga dapat mengundang wisata untuk berkunjung, Karena ini merupakan budaya dan kearifan lokal.

"Untuk itu, pemerintah sangat mendukung dan mengapresiasi acara yang ada," timpal dia.[rgu]

FOSAD Nilai Sejumlah Buku Kurikulum Sastra Tak pantas Dibaca Siswa Sekolah

Sebelumnya

Cagar Budaya Berupa Bangunan Jadi Andalan Pariwisata Kota Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Budaya