post image
Foto/RMOLSumut
KOMENTAR

Penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah diproyeksikan mendongkrak tingkat kunjungan wisata ke Berastagi, Kabupaten Karo. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, Mulia Barus mengatakan pihaknya menargetkan 100 ribu kunjungan pada festival yang berlangsung mulai 5 hingga 7 Juli 2019 tersebut.

"Tahun ini kami targetkan paling tidak, sampai 100 ribu orang," katanya, Sabtu (6/7/2019).

Mulia sangat yakin target ini akan mampu mereka capai, mengingat kegiatan serupa sudah 3 tahun sempat vakum akibat ketiadaan anggaran. Pada pelaksanaan hal yang sama pada tahun 2016 lalu, jumlah kunjungan menurutnya mencapai hingga 60 ribu kunjungan.

Dijelaskannya, festival dikemas dengan memamerkan keunggulan Kabupaten Karo, yaitu berbagai komoditas bunga, buah dan sayur. Kemudian disinergikan dengan kegiatan lain seperti karnaval pakaian adat dan mobil hias. Semuanya menggunakan hiasan bunga-bunga dari Kabupaten Karo.

Festival yang digelar pada 5-7 Juli 2019 ini dimeriahkan oleh 40 partisipan pameran dan 35 mobil hias peserta karnaval, baik dari dalam maupun luar Sumut. Ditambah lagi 15 jenis perlombaan, kegiatan sepeda santai serta camping ground di Bukit Gundaling.

"Festival ini digelar untuk mempromosikan potensi dan keunggulan Kabupaten Karo serta salah satu upaya mendongkrak ekonomi masyarakat. Juga sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Tanah Karo," ujarnya.

Pesta Bunga dan Buah, dahulunya dilaksanakan sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang melimpah. Dan seiring perjalanan waktu, banyak dilakukan kreasi dan inovasi dalam event tersebut, termasuk mengubah namanya menjadi Festival Bunga dan Buah.

 

Pada penyelenggaraan tahun ini pun diadakan setidaknya dua hal baru, yakni pendirian stand Kampung Buah dan stand Kampung Kopi.

Festival Bunga dan Buah ini juga menjadi satu dari dua event dari Tanah Karo yang masuk dalam kalender wisata nasional. Satu event lainnya adalah Tour de Sinabung yang akan digelar pada September. [dar]

FOSAD Nilai Sejumlah Buku Kurikulum Sastra Tak pantas Dibaca Siswa Sekolah

Sebelumnya

Cagar Budaya Berupa Bangunan Jadi Andalan Pariwisata Kota Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Budaya