post image
Net
KOMENTAR

Pengamat anggaran, Elfenda Ananda menilai mimpi Edy Rahmayadi untuk mewujudkan sport center tidak akan terwujud jika tidak dilakukan dengan melibatkan semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah pusat. Hal ini disampaikannya mengingat pembangunan sport center tersebut tidak akan mampu jika pendanaannya hanya mengandalkan APBD Sumut.

“Kalau semua mengandalkan APBD itu sangat berat,” katanya, Senin (30/12).

Elfenda menjelaskan selama ini ide untuk membangun Sport Center tersebut masih terkesan ekslusif oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Upaya untuk melibatkan seluruh unsur masyarakat sejauh ini belum terlihat dan masih hanya mengandalkan beberapa pertemuan dengan pemerintah pusat saja.

“Pak Gubernur harus memahami, APBD bukan hanya untuk kebutuhan sport center saja, ada sektor pos lainnya pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dan sebagai,” pungkasnya.

Untuk pembangunan ini, Elfenda menyarankan Edy Rahmayadi meniru apa yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan saat membangun Sport Center. Menurutnya keberhasilan pemabngunan Sport Center di Sumatera Selatan tersebut karena keterlibatan dari masyarakat ditambah adanya lobi ke Pemerintah Pusat.

“ada momentum even olah raga seperti Sea Games, jadi pemerintah pusat ikut mendanai. Pemprovsu harus bisa menarik dana APBN lewat even itu,” pungkasnya.

Diketahui Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi merencanakan pembangunan Sport Center di kawasan Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Sport center Sumut yang dibangun pada lahan seluas 300 hektar ini diproyeksikan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 mendatang. Biaya pembangunannya sangat besar dengan estimasi hingga Rp 7,5 triliun. Sejauh ini Edy sangat gencar mempresentasikan rencanannya tersebut dalam berbagai pertemuan. [dar]

Apple Kembali Alami Kenaikan Pendapatan, Kecuali di China Raya

Sebelumnya

Upaya Preventif Kesehatan Remaja Melalui Edukasi dan Praktek Budi Daya Jahe Merah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa