post image
KOMENTAR

Kekarasan antar siswa di sekolah semakin marak terjadi. Kasus yang baru-baru ini terjadi yaitu dua siswa SMP yang saling ejek dan mengakibatkan salah satunya tewas usai berkelahi sepulang sekolah di Sidikalang, Sumatera Utara.

Psikolog Irna Minauli mengatakan kasus kekerasan antar siswa yang terjadi di sekolah merupakan suatu bentuk School Bullying (perudungan yang terjadi di sekolah).

Kasus bullying paling banyak terjadi di sekolah karena siswa banyak berinteraksi satu sama lain dalam jangka waktu yang cukup lama,” katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut.

Irna menjelaskan bullying merupakan perbuatan yang terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang panjang dan biasanya terjadi ketidakseimbangan antara kedua belah pihak.

"Bullying tidak harus berupa kekerasan fisik saja, namun termasuk juga kekerasan verbal seperti menghina dan mengejek, kekerasan relasional seperti mengisolasi atau memusuhi pihak lain serta cyber bullying yang banyak terjadi di media sosial,” paparnya.

Irna mengatakan kekerasan di kalangan remaja terjadi dimana remaja yang memiliki energi berlebih jika tidak disalurkan, dapat mengakibatkan agresivitas meningkat.

Disini lah menurut Irna peran para guru harus ditingkatkan. Lanjut Irna, para guru harus lebih ketat mengawasi siswa-siswa mereka.

"Guru juga harus lebih waspada dan mengawasi anak-anak yang potensial menjadi korban bullying. Terhadap para “penonton” (bystanders), orangtua dan guru harus memberi pengarahan agar mereka dapat melakukan sesuatu guna mencegah terjadinya kekerasan,” pungkasnya.

Sekolah Ditutup 14 Hari, Gubernur Edy Rahmayadi: Belajar Dirumah

Sebelumnya

Imbas Corona, SMA/SMK Di Sumut Mulai Belajar Mandiri Di Rumah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Pendidikan