post image
M. Alwi Hasbi Silalahi/ Medanbagus
KOMENTAR

Pandemi Covid-19 di Sumatera Utara masih dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Jumlah korban yang sembuh masih sangat sedikit dibandingkan dengan yang meninggal dan ditambah dengan yang dirawat di rumah sakit.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Badko HMI Sumut, M. Alwi Hasbi Silalahi kepada awak media.

"Kami mengapresiasi kinerja tenaga medis yang telah berhasil menyembuhkan penderita Covid-19. Namun yang menjadi catatan, jumlah yang meninggal dan yang masih dirawat lebih banyak," katanya.

Untuk menekan angka kematian dan bertambahnya pasien positif Covid-19, komitmen pemerintah sangat berpengaruh. Tenaga medis, tidak akan mampu berbuat banyak jika pemerintah tidak menjalankan fungsinya dengan baik, tambah Hasbi.

"Kami juga percaya bahwa tenaga medis kita di Sumatera Utara sangat kompeten dan tangguh. Namun hal itu tidak didukung kinerja pemerintah yang baik. Itu sama saja bagaikan perang tanpa amunisi dan strategi," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah bahkan membuat masyarakat semakin bingung dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Bagaimana tidak bingung, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah tidak jelas. Informasi yang diterima publik juga tidak jelas, pemerintah semakin tidak konsisten dalam menghadapi pandemi ini," ungkapnya.

Selain itu, Hasbi juga menegaskan bahwa pemerintah juga membuat masyarakat semakin panik. Khusunya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Kondisi ekonomi semakin memprihatinkan. Di Sumut masih banyak sekali masyarakat yang kurang mampu dan pekerja informal yang digaji hanya saat mereka melakukan pekerjaan. Tapi yang dilakukan malah penutupan jalan dan himbauan-himbauan saja. Masyarakat menjerit, semakin panik," demikian Hasbi.

Universitas Pembangunan Panca Budi Adakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Pahlawan Kabupaten Batubara

Sebelumnya

Desak Sumut Segera Berlakukan PSBB, HMI: Jangan Anggap Enteng Nyawa Masyarakat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Opini