post image
KOMENTAR

Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan edukasi sarapan sehat bagi siswa SD Swasta Persa Medan, Senin (14/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kebiasaan sarapan sejak dini sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada anak sekolah. Tim dipimpin Dr. Diza Fathamira Hamzah, S.K.M., M.Kes., bersama Fitri Handayani, S.Gz., M.Kes., Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., Dr. Ernawati Nasution, S.K.M., M.Kes., dan Dr. Fitri Ardiani, S.K.M., M.P.H. Kegiatan ini berlangsung di sekolah mitra di Jalan Sei Bekala, Kecamatan Medan Baru, dan didukung dana Pengabdian kepada Masyarakat Skema Perintis Tahun 2026.

Sebelum kegiatan, tim berkoordinasi dengan kepala sekolah dan guru pada 11 September 2026. Dari observasi dan wawancara, diketahui bahwa sekitar 30 persen siswa kelas III–V berangkat tanpa sarapan di rumah. Sebagian dari mereka membeli jajanan tinggi gula dan garam di sekolah.

“Sarapan menyumbang sebagian energi dan zat gizi harian anak. Kalau dilewatkan, anak mudah lemas dan sulit berkonsentrasi. Maka dari itu, diperlukan menu yang tepat untuk membantu tubuh memperoleh zat besi,” ujar Dr. Diza Fathamira Hamzah. 

Sebanyak 60 siswa mengikuti kegiatan. Mereka mengerjakan pre-test, lalu menerima materi tentang manfaat sarapan, akibat melewatkan sarapan, sumber zat besi, serta contoh menu berdasarkan pedoman “Isi Piringku”. Materi disampaikan lewat ceramah interaktif, tanya jawab, permainan edukatif, dan video edukasi. Para siswa juga menerima leaflet dan berikrar “Ayo Sarapan Sehat”. Di akhir acara, siswa mengerjakan post-test, lalu ditimbang dan diukur tinggi badannya.

Hasilnya, siswa dengan pengetahuan baik naik dari 25 persen menjadi 75 persen. Rata-rata skor pengetahuan juga meningkat secara bermakna (p < 0,001). Dari pengukuran status gizi, 48,3 persen siswa berstatus gizi baik, 30 persen gizi kurang, 10 persen gizi lebih, dan 11,7 persen obesitas.

“Ke depan, kami berharap sekolah dan orang tua terus membiasakan anak untuk sarapan bergizi.” tambahnya. 

Kegiatan ini sejalan dengan tiga tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yaitu SDG 2 (Tanpa Kelaparan): edukasi gizi seimbang dan pengukuran status gizi membantu mengenali masalah gizi siswa sejak dini. SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): upaya promotif dan preventif untuk membentuk perilaku hidup sehat dalam kerangka Sekolah Sehat dan UKS dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): anak yang gizinya baik lebih mudah berkonsentrasi dan belajar, sementara edukasi gizi memperkaya literasi kesehatan siswa.

 

 

 

KOMENTAR ANDA