post image
KOMENTAR

Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) menggelar edukasi dan skrining kesehatan bagi warga usia produktif dan lanjut usia di Masjid Nurul Qalam, Jalan Abadi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sabtu-Minggu (26-27/9/2026). Kegiatan ini memadukan penyuluhan tentang akses layanan kesehatan dengan pemeriksaan langsung bagi masyarakat.

Mengusung tema “Peningkatan Literasi Kebijakan Kesehatan tentang Skrining Deteksi Dini pada Usia Produktif dan Lansia”, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Qalam. Kolaborasi ini memanfaatkan kedekatan masjid dengan kehidupan warga untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan.

Program dipimpin oleh Inayyah Nur Fitry Sirajuddin, S.KM., M.Kes., dengan anggota tim Syafrina Ulfah, S.K.M., M.K.M.; dr. Devi Nuraini Santi, M.Kes.; Dr. Juanita, S.E., M.Kes.; dan Drs. Tukiman, M.K.M. Dua mahasiswa FKM USU, Zara Callista dan Rifa Salsabila Putri, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Edukasi diarahkan untuk membantu peserta memahami tujuan skrining, mengenali faktor risiko penyakit tidak menular, serta mengetahui tempat dan cara mengakses layanan deteksi dini. Peserta juga diperkenalkan pada informasi mengenai layanan kesehatan melalui Puskesmas, kegiatan kesehatan berbasis masyarakat, dan program Jaminan Kesehatan Nasional.

Selain mengikuti penyuluhan, warga menjalani pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu, serta pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut. Hasil pemeriksaan dicatat dan dijelaskan kepada masing-masing peserta agar mereka memahami kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Dalam pelaksanaannya, skrining ditempatkan sebagai pemeriksaan awal untuk mengenali kemungkinan faktor risiko, bukan sebagai penetapan diagnosis. Peserta dengan hasil yang memerlukan perhatian diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pengisian kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Evaluasi tersebut digunakan untuk menilai pemahaman peserta mengenai deteksi dini dan pemanfaatan layanan kesehatan. Materi penyuluhan turut didukung dengan leaflet yang dapat dibaca kembali oleh warga setelah kegiatan.

BKM Nurul Qalam, yang diketuai Drs. H. Suparmin Sareh, berperan dalam koordinasi, penyediaan tempat, dan penggerakan jamaah. Keterlibatan pengurus masjid menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara tim pengabdian dan masyarakat sejak tahap persiapan.

Kegiatan ini memperoleh dukungan pendanaan melalui Pengabdian kepada Masyarakat Skema Perintis FKM USU Tahun Anggaran 2026. Melalui perpaduan edukasi dan pemeriksaan kesehatan, program tersebut diharapkan dapat mendorong warga lebih aktif memanfaatkan layanan deteksi dini sekaligus memperkuat peran masjid sebagai tempat berlangsungnya kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat.

 

 

 

Dorong Kemandirian Energi Petani, Tim PkM Polmed Implementasikan Pengisian Tangki Air Otomatis Berbasis IoT

Sebelumnya

Dosen Teknik Elektro Polmed Kenalkan Smart Watering System kepada Kelompok Tani Tanjung Anom

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa