Tim dosen dari Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan program Pengabdian Penerapan Teknologi Tepat Guna Kepada Masyarakat (PPTTG) di Dusun VI, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini bertujuan mengatasi kendala keterbatasan akses listrik dan tingginya biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) yang dihadapi petani setempat.
Program yang didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun Anggaran 2026 ini diketuai oleh Panangian Mahadi Sihombing, M.T., dari Program Studi D3 Teknik Listrik. Tim pelaksana juga beranggotakan Indah Vusvita Sari, M.T., Nurhafni Carol, M.T. (D4 Teknik Rekayasa Jaringan Telekomunikasi), serta Lukcy T. Simanjuntak, M.T. dan Nur Adilah, M.T. (D3 Teknik Komputer), dengan melibatkan lima orang mahasiswa.
Lokasi perladangan yang dikelola oleh Kelompok Tani Mandiri (POKTANRI) di Dusun VI Tanjung Anom berada jauh dari jaringan listrik utama PLN. Untuk memenuhi kebutuhan penyiraman lahan pertanian hortikultura dan tanaman pangan seluas ±1,5 hektar, para petani sebelumnya harus mengandalkan pompa bertenaga diesel. Penggunaan mesin diesel tersebut mengharuskan kelompok tani mengeluarkan biaya operasional BBM sekitar Rp 700.000 per bulan.
Selain beban biaya energi, pengisian tangki penampung air berkapasitas 350 liter dari aliran sungai terdekat dilakukan secara manual-spekulatif. Petani harus meluangkan waktu sekitar dua jam per sesi pengisian untuk mengawasi pompa agar air tidak meluap (overflow). Di sisi lain, penurunan debit air sungai pada musim kemarau berisiko menyebabkan pompa berputar tanpa air (dry running), yang berpotensi merusak mesin.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, tim PkM Polmed merancang dan mengimplementasikan sistem pengisian tangki otomatis bertenaga surya yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan dua panel surya 100 Wp dan baterai LiFePO4 sebagai sumber energi mandiri untuk menggerakkan pompa air.
Otomasi pengisian air bekerja secara otomatis menggunakan kombinasi dual-float switch, pressure switch, dan katup solenoid. Sistem ini dilengkapi proteksi keselamatan timeout safety pada mikrokontroler LILYGO TTGO LoRa32 untuk mematikan pompa secara otomatis jika terjadi hambatan pengairan. Selain itu, sensor ultrasonik waterproof A02YYUW dan jaringan nirkabel LoRa dipasang untuk mengirimkan data volume air secara real-time ke dasbor cloud ThingSpeak, sehingga petani dapat memantau ketersediaan air melalui aplikasi di ponsel cerdas Android.
Rangkaian kegiatan PkM dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan perancangan alat, pengujian laboratorium, instalasi di lapangan, hingga sosialisasi dan pelatihan bagi anggota kelompok tani. Pelatihan mencakup tata cara pengoperasian sistem, pemeliharaan berkala komponen panel surya, serta penggunaan aplikasi untuk memantau volume air. Kelompok Tani Mandiri terlibat aktif mulai dari penyediaan lokasi pemasangan, pembuatan gubuk pengaman instrumen, hingga penggalian jalur pipa.
Melalui implementasi teknologi ini, Kelompok Tani Mandiri dapat memangkas biaya operasional BBM pompa hingga 100 persen (zero-cost energi) dengan memanfaatkan tenaga matahari. Sistem otonom ini juga mengeliminasi pemborosan air akibat luapan tangki, mencegah kerusakan pompa, serta menghemat waktu kerja harian petani sekitar 2 hingga 3 jam yang kini dapat dialihkan untuk perawatan tanaman.
"Melalui program pengabdian ini, kami berupaya menghadirkan inovasi rekayasa tepat guna yang secara langsung menjawab kebutuhan fisik dan ekonomi petani. Penerapan sistem terintegrasi PLTS dan IoT ini tidak hanya menekan biaya operasional BBM hingga nol persen, tetapi juga mengubah pola kerja konvensional menjadi smart farming yang lebih efisien dan modern," ujar Panangian Mahadi Sihombing, M.T., Ketua Tim Pelaksana PkM Politeknik Negeri Medan.
"Kami sangat terbantu dengan adanya alat pengisian otomatis bertenaga surya ini. Pekerjaan kami menjadi jauh lebih ringan karena tidak perlu lagi membeli bahan bakar solar dan menunggui tangki air selama berjam-jam di ladang," ungkap Syamsinah Siagian, pengurus Kelompok Tani Mandiri Dusun VI Desa Tanjung Anom.
Sebagai langkah untuk menjaga keberlanjutan teknologi di lapangan, Kelompok Tani Mandiri telah membentuk unit khusus perawatan alat yang diisi oleh pemuda tani setempat. Tim PkM Politeknik Negeri Medan juga akan terus memantau kinerja alat dari jarak jauh melalui dasbor IoT serta menyediakan panduan praktis untuk perawatan rutin.
KOMENTAR ANDA