Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) menggelar edukasi Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bagi ibu balita di Posyandu Melati, Jalan Abadi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman ibu tentang pentingnya imunisasi agar setiap anak mendapatkan perlindungan secara lengkap dan tepat waku.
Mengusung tema "BIDIK: Bunda Ikut Dukung Imunisasi Komplit", kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kepala Lingkungan Kelurahan Tanjung Rejo dan kader Posyandu Melati. Program ini tidak menghadirkan layanan baru, melainkan mendorong ibu untuk memanfaatkan layanan imunisasi yang telah tersedia secara gratis di posyandu dan puskesmas.
Program dipimpin oleh Nurcholisah Fitra, S.K.M., M.C.H.S., dengan anggota tim Dr. Asfriyati, S.K.M., M.Kes.; Sri Rahayu Sanusi, S.K.M., M.Kes., Ph.D.; Dr. dr. Taufik Ashar, MKM; dan Dr. Ir. Erna Mutiara, M.Kes. Dua mahasiswa FKM USU, Herlin Lasroha Pelangi Sagala dan Silva Khairunnisa, turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Tim pengabdian kepada masyarakat FKM USU pelaksana Program BIDIK: Bunda Ikut Dukung Imunisasi Komplit.
Sebanyak 30 ibu balita mengikuti penyuluhan interaktif mengenai pengertian dan manfaat imunisasi, jenis vaksin dalam program imunisasi dasar, serta jadwal pemberiannya sejak bayi lahir hingga usia 18 bulan. Peserta juga mendapat penjelasan tentang reaksi yang wajar setelah imunisasi, cara menanganinya di rumah, dan tanda-tanda yang mengharuskan anak segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah klarifikasi berbagai informasi keliru seputar vaksin yang banyak beredar di media sosial dan grup percakapan warga. Tim menjelaskan, misalnya, bahwa imunisasi yang terlambat tidak perlu diulang dari awal dan anak cukup melanjutkan dosis berikutnya. Penjelasan disampaikan secara persuasif agar ibu merasa nyaman bertanya tentang keraguan yang selama ini mereka rasakan.
Materi penyuluhan didukung media lembar balik dan leaflet yang dapat dibaca kembali oleh ibu bersama keluarga di rumah. Tim juga memperkenalkan Kartu Pemantauan Mandiri Imunisasi, yaitu kartu yang disimpan bersama Buku KIA untuk mencatat vaksin yang sudah diterima anak sekaligus mengingatkan jadwal kunjungan berikutnya.
Rangkaian kegiatan juga mencakup pengisian kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasilnya, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 7 orang (23,3%) menjadi 20 orang (66,7%), dengan rata-rata skor pengetahuan naik dari 9,73 menjadi 12,47.
Kepala Lingkungan Kelurahan Tanjung Rejo, Marzuki, bersama kader Posyandu Melati berperan dalam koordinasi, penyediaan tempat, dan penggerakan ibu balita. Keterlibatan kader menjadi bagian penting agar pemantauan jadwal imunisasi dapat terus berjalan setelah kegiatan berakhir.
Kegiatan ini memperoleh dukungan pendanaan melalui Pengabdian kepada Masyarakat Skema Perintis FKM USU Tahun Anggaran 2026. Melalui edukasi dan pendampingan, program BIDIK diharapkan dapat mendorong ibu balita lebih aktif melengkapi imunisasi anak sekaligus memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan perlindungan kesehatan balita.
KOMENTAR ANDA