post image
Tim PKM POLMED/Ist
KOMENTAR

Upaya meningkatkan produktivitas peternakan skala kecil terus didorong melalui penerapan teknologi tepat guna. Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Medan (POLMED) melaksanakan kegiatan penerapan mesin penetas telur otomatis bagi peternak ayam Siam Bangkok di Desa Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kegiatan bertajuk “Penerapan Teknologi Penetas Telur Otomatis untuk Pemberdayaan Peternak Ayam Siam Bangkok di Desa Besar, Kec. Medan Labuhan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara” ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun 2026.

Program tersebut dilatarbelakangi kondisi peternak yang masih mengandalkan pengeraman telur secara alami. Cara tradisional ini memiliki keterbatasan kapasitas dan hasil penetasan yang tidak selalu konsisten karena dipengaruhi perilaku induk ayam serta perubahan suhu dan kelembapan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, tim PKM memperkenalkan satu unit mesin penetas telur otomatis berkapasitas 30 butir. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengaturan suhu, kelembapan, ventilasi, dan pembalikan telur sehingga proses inkubasi dapat berlangsung lebih terkendali dibandingkan metode pengeraman tradisional.

Ketua tim PKM, Muhammad Sukri Habibi Daulay, S.T., M.T., bersama anggota tim Ummu Handasah, S.T., M.T., Mutiara Widasari Sitopu, S.T., M.T., Charla Tri Selda Manik, S.T., M.Eng., dan Thea Fitri Asatarani, S.T., M.T., mengusung pendekatan transfer teknologi yang tidak berhenti pada penyediaan alat. Program juga mencakup pengenalan fungsi mesin serta pelatihan pengoperasian dan perawatan agar mitra dapat memanfaatkannya secara mandiri.

Keterlibatan mitra menjadi bagian penting dalam program ini, mulai dari penyediaan lokasi, diskusi kebutuhan, hingga rencana pemanfaatan mesin dalam kegiatan peternakan sehari-hari. Teknologi yang diperkenalkan diharapkan sesuai dengan kondisi usaha dan mudah diterapkan oleh peternak.

Selain dosen, kegiatan PKM turut melibatkan mahasiswa sebagai bentuk pembelajaran langsung di masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi ruang penerapan keilmuan bidang teknik elektro dan telekomunikasi untuk menjawab kebutuhan praktis pelaku usaha kecil.

Kedepan, pemanfaatan mesin akan dipantau melalui pendampingan dan evaluasi. Aspek yang menjadi perhatian antara lain kemampuan mitra mengoperasikan alat serta hasil penetasan setelah teknologi digunakan. Karena itu, peningkatan persentase daya tetas maupun pendapatan belum dinyatakan sebagai hasil yang telah terbukti dalam kegiatan ini.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Politeknik Negeri Medan menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penerapan mesin penetas telur otomatis diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi pola usaha peternakan tradisional menuju sistem produksi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi serta pendampingan dari tim pelaksana, mitra diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi bibit ayam siam Bangkok, meminimalkan risiko kegagalan penetasan, serta membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus diperkuat melalui kegiatan pendampingan, evaluasi, dan penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mengimplementasikan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung kemandirian ekonomi, meningkatkan daya saing usaha peternakan lokal, serta memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan masyarakat di Sumatera Utara.

FKM USU Ajak Ibu Balita Lengkapi Imunisasi Dasar Anak Lewat BIDIK

Sebelumnya

FKM USU Gandeng Masjid Nurul Qalam, Dorong Warga Medan Sunggal Mengenal Pentingnya Deteksi Dini

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa