post image
KOMENTAR
Travel Albarokah dibawah naungan PT Eka Berkah Wisata, Jalan Krakatau, Kelurahan  Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Rabu (24/2/2015) diserang puluhan jamaah umroh.

Kedatangan mereka guna menuntut pihak travel untuk mengembalikan uang mereka yang sudah disetor agar segera dikembalikan, karena mereka tak kunjung diberangkat ke tanah suci tersebut.

Salah seorang jamaah umroh asal Binjai, Diana mengaku, dirinya sudah setahun menunggu untuk diberangkatkan umroh oleh pihak Al-Barokah, namun tak kunjung berangkat jua.

"Janjinya orang itu, aku diberangkatkan awal Januari 2015, tapi gak ditepati juga, makanya aku minta kembalikan aja uang aku," ucapnya.

Ia mengaku, jika dirinya sudah menyetor uang pada pihak Al-Barokah sebesar Rp21 juta. Dan pihak Al-Barokah bersedia mengembalikan uangnya.

"Karena aku minta uang ku dikembalikan, orang itu mau balikkan dengan perjanjian akan dikembalikan pada pada 17 Februari 2015. Tapi sampai sekarang uangku tidak dikembalikan juga. Mereka menyuruh kami agar datang, tapi sekarang kami gak jumpa sama bu Eka nya," jelasnya.

Tak hanya itu, seorang wanita bersama anaknya juga mendatangi travel tersebut sembari marah. "Mana uang ku,kembalikan. Kalau gak dibalikkan bunuh saja aku, biar puas kelen," kata wanita yang diketahui bernama Nurtini Tarigan (66) warga Desa Sarimunthe, Kabupaten Karo.

Wanita yang bekerja bercocok tanam ini mengaku sudah menunggu agar diberangkatkan umroh selama 2 tahun lamanya. "Sudah dua tahun saya menunggu, janjinya saya diberangkatkan Februari 2015, tapi tak kunjung diberangkatkan. Alasannya masih ada yang kurang berupa pemesanan tiket," ucapnya.

Dirinya mengaku telah menyetor uang sebesar Rp18,5 juta untuk umroh. "Orang itu minta 18,5 juta dan telah kuberikan, tapi gak diberangkatkan juga. Bahkan merejka minta tambah 3 juta lagi padaku untuk biaya tiket, ku kasih juga, tapi gak diberangkatkan," ungkapnya.

Asril Siregar selaku Staf PT Eka Berkah Wisata mengaku, sebelumnya pihak perusahaan sudah memesan 200 seat tiket melalui perusahaan PT Nabilah sebagai rekanan. Namun ketika dipastikan kejelasaannya, pemilik PT Nabilah menghilang dan tidak diketahui keberadaannya.

"Pihak perusahaan PT Eka Berkah Wisata yang juga merasa tertipu dan melaporkan pemilik PT Nabilah ke Poldasu karena merugi Rp 3,5 Milyar dari uang pembelian tiket 200 calon jamaah yang telah terdata. Untuk menangggulangi pengembalian uang para calon jamaah, pihak perusahaan mengaku masih berusaha mencari dana talangan melalui pinjaman bank.

"Sebelumnya perusahaan sudah memesan 200 tiket calon jamaan melalui perusahan rekanan PT Nabilah, namun kita kehilangan kontak dan tidak tau keberadaan pemilik perusahaan. Hal itu juga sudah kita laporkan ke Polda Sumut, dan ternyata kita bukan korban pertama. Mengenai persoalan tuntutan para calon jamaah ini kita masih upayakan mencari dana talangan melalui pinjaman bank," pungkasnya. [ben]


Tiga Bulan Lagi, WHO Akan Uji Coba Vaksin COVID-29

Sebelumnya

Tinjau Korban Banjir Bandang, Bupati Labura Jatuh Ke Sungai Dan Nyaris Hanyut

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Peristiwa