Selasa, 11 April 2017 , 18:31:00 WIB

Polda Sumut Rilis Foto Terduga Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Medan

Laporan: Robedo Gusti

Polda Sumatera Utara merilis foto terduga pelaku pembunuhan sadis terhadap 5 orang sekeluarga di Jalan Mangaan, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli yang terjadi pada Minggu (9/4) lalu. Terduga pelaku yang disebut bernama Andi Lala tersebut disebut masih memiliki hubungan kerabat dengan para korbannya.

Wakapolda Sumut, Brigjend Agus Andrianto dalam keterangannya mengatakan yang bersangkutan saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia menghimbau agar Andi Lala segera menyerahkan diri.

"Terduga pelaku berinisial AL kami himbau yang bersangkutan agar menyerahkan diri," kata Wakapolda Sumut, Brigjen Agus Andrianto, Selasa

Agus menjelaskan, munculnya dugaan mereka bahwa pelaku adalah Andi Lala dikuatkan dengan beberapa barang milik korban yang ditemukan di rumahnya di Jalan Pembangunan II, Desa Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang. Barang-barang tersebut antara lain empat buah handphone milik para korban, Laptop milik korban, tas sekolah milik korban dan juga STNK Sepeda Motor BK 6308 AEL milik korban.

Andi Lala diduga tidak sendirian melakukan aksinya.

"Berdasarkan keterangan saksi, pelaku lebih dari 1 orang," ujarnya.

Polisi sendiri belum dapat memastikan motif pembunuhan ini, sebab terduga pelaku belum tertangkap. Agus mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah antara pelaku dan korban pernah terlibat dendam atau hal lain.

"Kalau sampai anak 4 tahun pun dibuat seperti itu kondisinya, patut diduga kejadian ini bermotif dendam," cetus Agus.

Diberitakan sebelumnya, lima orang satu keluarga ditemukan tewas di rumah mereka di Pasar I Gang Tengah/Jalan Mangaan Gang Benteng, Mabar, Medan, Minggu (9/4). Korban pembunuhan yaitu pasangan suami istri Riyanto (40) dan Riyani (35)  kedua anak mereka, Syifa Fadillah Hinaya atau Naya (14) dan Gilang Laksono (10) dan mertua Riyanto, Marni (60). Di tubuh mereka ditemukan luka bekas senjata tajam. Sementara seorang balita, Kinara (4), tahun kritis akibat perbuatan pelaku.[rgu]


Comments