post image
Foto/RMOLSumut
KOMENTAR

Sampah telah menjadi salah satu permasalahan utama di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Sampah yang setiap harinya semakin banyak dan melebihi kapasitas penampungan yang disediakan akhirnya menyebabkan banyak orang yang membuang sampah di tempat yang tidak seharusnya seperti di pinggir jalan atau di sungai sekitar pemukiman mereka.

Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan dan bencana alam serta menyebarnya wabah penyakit. Dan sudah saatnya sampah bukan jadi sebuah permasalahan di masyarakat akan tetapi menjadi sebuah nilai lebih dalam berbagai hal seperti pemanfaatan sampah sebagai bahan olahan rumah tangga dalam bentuk anorganik maupun pembuatan pupuk Organik.

Hal ini di ungkapkan Ketua Tim Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah (PKPM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan Muhammad Alqamari S.P.,M.P, pada (30/06) disela-sela kegiatan pendampingan masyarakat yang di dampingi para anggota tim, Juita Ramadhani Manik dan Aflahun Fadhly Siregar. Kegiatan yang mengambil tempat di lapangan SDIT Muhammadiyah 36 Denai di hadiri oleh Ketua Aisyiyah Denai Rohana Hutagalung, Ketua Majelis Ekonomi Aisyiyah Denai, Intan Jamilah, Tim Pengabdi LPPM UMSU serta anggota dan simpatisan Aisyiyah Denai.

Dijelaskan Qamar, melakukan pelatihan pemanfaatan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga kepada Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah diharapkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola dan memanfaatkan sampah perlu dilakukan untuk mendapatkan kualitas lingkungan yang lebih baik.

Lanjut Alqamari tentang membuat pupuk organik cair yang terbuat dari sampah organik, dan juga pembuantan kerajinan tanggan yang terbuat dari limbah plastik anorganik . Selain teori dilakukan praktek langsung bagi ibu-ibu Aisyiyah. 

"Hal ini penting agar ibu-ibu Aisyiyah dapat mengerti dan paham tentang pemanfaatan limbah rumah tangga dan bagai mana menjaga lingkungan sekitar," tutur wakil Ketua Pemuda Tani Provinsi Sumatera utara tersebut.

Menurutnya, dipilih Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah sebagai mitra karena memiliki jaringan terstruktur dan banyak memiliki anggota sehingga dapat mendukung pelaksanaan optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara masif. Melalui pemanfaatan limbah rumah tangga kita dapat menambah pengetahuan dan pengalaan dalam mengatasi masalah sampah, terutama sampah organik, dengan mengolah sampah organik tersebut menjadi pupuk kompos yang sangat bermanfaat bagi tanaman, baik untuk tanaman hias, tanaman sayur, maupun tanaman dan sampah an organik dapat dijadikan berbagai macam kerajinan tangan. Selain itu, dengan pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah untuk menjaga lingkungan serta meningkatkan pendapatan.

Ditambahkannya, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memasyarakatkan, menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola dan memanfaatkan sampah untuk mendapatkan kualitas lingkungan yang lebih baik. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan katanya maka digunakan metode pertama, penyuluhan, yang dilakukan dengan mengumpulkan Pimpinan Organisasi dan jamaah untuk mengikuti penyuluhan tentang pemberdayaan perempuan, pengelolaan sampah dan  pembuatan kerajinan tanggan dari limbah organik dan an organik dengan nara sumber dari Tim Pelaksana.

Kedua, transfer teknologi dengan pengadaan berbagai model pembuatan kerajinan tanggan dari sampah, serta penyiapan fasilitas lain yang mendukung kegiatan. Ketiga demonstrasi dan pelatihan dilakukan dengan simulasi praktek pembuatan menggunakan peralatan dan bahan yang sudah disiapkan oleh pelaksana program. Keempat, praktek untuk menghasilkan produk, dan kelima pendampingan secara periodik untuk membina dan mendampingi mitra sampai berhasil melakukan sampai mencapai hasil yang optimal.

Ketua Majelis Ekonomi Aisyiyah Ranting Denai, Intan Jamilah dalam sambutannya mengatakan Pelatihan tersebut sanggat bermanfaat bagi ibu-ibu Aisyiyah karena dapat menfaatkan sampah organik menjadi Pupuk organik cair sedangkan sampah anorganik dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan.

"Selain itu kata Intan Jamilah, juga bisa mengurangi sampah yang ada dilingkungan kita sehingga dapat membatu ekonomi kelurga yang dilakukan para anggota aisyiyah yang berjumlah 40 orang," ungkap wanita yang aktif melakukan pendampingan ekonomi keluarga tersebut.

Hal senada di ungkapkan Ketua Ranting Aisyiyah Medan Denai, Rohana Hutagalung bahwa kegiatan Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sangat baik, disamping menambah ilmu pengetahuan juga bisa membantu perekonomian keluarga.

"Oleh karena itu, kelompok ibu-ibu Aisyiyah dapat menjadi media dan wahana untuk memberikan wawasan, ketrampilan dan pengalaman mengelola lingkungan pekarangan untuk kegiatan ekonomi produktif menggunakan teknologi pengelolaan sampah rumah tangga," Tutur aktivis perempuan di Muhammadiyah tersebut.

Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dilakukan di Ranting Aisyiyah Medan Denai selama 2 bulan berjalan kemitraan antara dosen UMSU Medan dengan Kelopok ibu-ibu Aisyah untuk memecahkan permasalahan yang ada yakni meningkatkan kuantitas, kualitas dan sumber daya manusia yang ada di Kecamatan Medan Denai sehingga tingkat kemiskinan yang ada di Kota Medan dapat turun dengan signifikan sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera. [dar]

Usai Ditetapkan Tersangka Karhutla, Polri Akan Cabut Izin PT Sumber Sawit

Sebelumnya

BNPB: Dampak Asap Karhutla Tidak Sampai Ke Negara Tetangga

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa