post image
Net
KOMENTAR

Gizi buruk masih melanda anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Ada yang mengalami gizi buruk, kelebihan berat badan, dan permasalahan kesehatan lainnya.

Laporan UNICEF (United Nations Children’s Fund) yang dilansir dari Aljazeera, mengatakan setidaknya 462.000 anak-anak Yaman menderita kekurangan gizi akut dan 2,2 juta anak-anak membutuhkan gizi yang mendesak.

Menurut penilaian PBB tentang nutrisi anak, Selasa (15/10), dinyatakan sepertiga anak di dunia atau hampir 700 juta balita di dunia kekurangan gizi atau kelebihan berat badan. Sebagai konsekuensinya, mereka mengalami masalah kesehatan yang berkelanjutan.

Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan pada laporan pertama negara dunia tentang anak-anak sedunia sejak 1999 untuk fokus pada makanan dan nutrisi.

“Jika anak-anak makan dengan buruk, mereka hidup dengan buruk. Kami kehilangan arah dalam memperjuangkan diet sehat,” ungkapnya.

Diperjelas lagi dalam laporan UNICEF, bahwa masalah kesehatan ini terjadi di negara miskin dan menengah. Kondisi ekonomi di masyarakat menjadi masalah pokok, sehingga UNICEF agak sulit keluar dari permasalahan ini.

Terdapat 149 milliar anak-anak umur 4 tahun atau lebih menderita gizi buruk yang mengeluarkan biaya 3,5 triliun dollar AS atau setara dengan Rp 49.395 triliun per tahunnya.

Meskipun angka ini turun 40 persen dari tahun 1990 menuju 2015, 149 miliar anak yang kekurangan gizi sekitar 4 tahun dan di bawahnya, kondisi kesehatan berpengaruh kepada perkembangan otak dan badan.

Sebagai contoh pada masa perang di Yaman, 46 persen anakusia balita mengalami gizi buruk berdasarkan data pada tahun 2013-2018.

Yaman pernah di invasi Arab Saudi pada Maret 2015. PBB menyatakan Yaman sebagai negara yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

UNICEF terus melakukan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kekurangan gizi, obesitas atau kelebihan berat badan, dan lainnya. [dar]

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Diet, Bukannya Ideal Malah Tambah Gemuk

Sebelumnya

Ini Penjelasan Dr. Inggrid Tania Soal Manfaat Temulawak Dan Kunyit Hadapi Covid-19

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Kesehatan