RMOL. Tak mau dianggap cari sensasi, Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Abraham Samad menegaskan bahwa kerjasama antara pihaknya dengan TNI merupakan kebijakan yang telah lama dilakukan.
"Saya tegaskan, MOU antara KPK dengan TNI sudah dibuat dan berlangsung sejak lama, sejak masa kepemimpinan Taufikurrahman Ruki. Saya tinggal memperpanjang," terang Abraham usai menghadiri rapat Timwas Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9).
Dia tegaskan, kerjasama dengan TNI yang salah satunya menyepakati pemakaian rutan milik Kodam Jaya ini tidak dilakukan karena ada masalah-masalah terkait penanganan kasus. Apalagi dipahami dikaitkan dengan 'rebutan' penanganan kasus dugaan korupsi simulator SIM dengan Mabes Polri.
"Saya tegaskan bahwa saya tidak akan mundur selangkah pun untuk membatalkan MOU yang sudah saya tandatangani ini. Karena MOU yang dilakukan bersama pihak-pihak TNI ini sudah berlangsung lama," tegas dia.[dem]
KOMENTAR ANDA