Hal itu disampaikan Presiden SBY saat melantik Sri Sultan Hamengkubowono X dan Sri Pakualam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta di Gedung Agung Istana Negara, Yogyakarta hari ini (Rabu, 10/10).
"Saya mengetahui, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kekhasan dan keunggulan, serta berbagai prestasi dalam pembangunannya. Provinsi ini unggul dan maju dalam bidang pendidikan, budaya dan pariwisata. Daerah istimewa Yogyakarta juga mencatat prestasi dalam industri kreatif, tingginya usia harapan hidup, dan sektor pendidikan yang merupakan komponen utama dalam Indeks Pembangunan Manusia," kata Presiden.
Sungguhpun demikian, sebagaimana provinsi-provinsi lain di Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta tentu memiliki tantangan dan pekerjaan rumahnya. Oleh karena itu, 5 tahun mendatang, Presiden berharap Sri Sultan dan Paku Alam dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan hal-hal yang sudah baik, serta terus bekerja keras untuk memperbaiki hal-hal yang belum baik.
"Secara khusus saya ingin menyampaikan agar Saudara Gubernur dan Wakil Gubernur dapat mengimplementasikan ideologi dan kebijakan dasar pembangunan kita yaitu ”pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan” (sustainable growth with equity)," jelasnya.
Sesuai dengan strategi dan sasaran pembangunan nasional, Presiden juga ingin menekankan agar Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta terus berupaya dan bekerja keras untuk melakukan sebelas program.
Yaitu, meningkatkan pertumbuhan ekonomi; menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak; terus melakukan pengurangan kemiskinan; menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok; meningkatkan kualitas pendidikan; meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Selebihnya adalah meningkatkan pembangunan infrastruktur; meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat; menegakkan hukum dan keadilan, serta melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi; meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan terakhir semua itu dilaksanakan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
"Yang terakhir, tetapi tidak kalah pentingnya, saya juga berharap Saudara Gubernur juga melakukan pengawasan dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran," ungkapnya.
Presiden mengingatkan, hindari penyalahgunaan dan kebocoran anggaran. Karena setiap rupiah anggaran negara pada hakekatnya adalah uang rakyat, yang harus digunakan oleh pemerintah secara berkelanjutan dalam mencapai kesejahteraan bersama.
"Demikianlah sambutan saya. Sekali lagi saya ucapkan selamat bertugas kepada Saudara Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Saudara Paku Alam IX sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga Allah SWT, senantiasa memberikan kekuatan dan kemudahan kepada saudara-saudara dalam menunaikan amanah, untuk mewujudkan keadilan, ketentraman, dan kesejahteraan rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta," demikian Presiden. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA