"Saya kurang yakin atas keasedian Rhoma Irama sebagai capres walau banyak masyarakat yang mendukung," yakin Irgan menanggapi dukungan para ulama terhadap pencapresan Rhoma Irama kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dikatakan Irgan, Rhoma Irama dikenal sebagai seorang yang konsisten dengan menjalankan profesinya, teguh pendiriannya untuk tidak tergoda pada jabatan politik. Untuk membuktikan omongannya itu, dijelaskan Irgan, Rhoma Irama bahkan rela mundur sebagai caleg dari partai politik. "Jadi anggota DPR saja beliau mundur dan sampai sekarang belum ada ketegasannya untuk berpartai secara penuh termasuk dengan PPP," katanya.
Dilanjutkan Irgan, Rhoma Irama hanya bersedia berperan meningkatkan kegiatan dakwah dan musiknya untuk kemajuan bangsa dan umat islam. Jadi rasanya sebesar apapun saya yakin beliau menolak tawaran sebagai capres.
Ketua DPP PPP lain, Zainut Tauhid Sa’adi tidak mempermasalahkan jika ada sekelompok masyarakat yang berkeinginan untuk mengusung Rhoma Irama sebagai capres. "Sah-sah saja kalau ada masyaraat yang ingin mendukungrgoma irama menjadi calon presiden," kata Zainut.
Sebagai warga negara, Rhoma irama memiliki hak untuk mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi capres sepanjang ada partai politik atau gabungan partai politik yang mencalonnya. "Hal itu dijamin dalam konstitusi kita."
Akhir pekan kemarin, Para ulama yang tergabung dalam Wasilah Silaturahim Asatidz Tokoh dan Ulama (Wasiat Ulama) mendaulat Rhoma Irama sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2014. Dukungan tersebut diklaim merupakan hasil kesepakatan satu juta anggota Wasiat Ulama di seluruh Indonesia.
"Wasiat Ulama melihat sosok Rhoma Irama pantas dicalonkan menjadi RI-1 periode 2014-2019. Kami menyatakan dukungan sepenuhnya kepada beliau," kata Ketua Umum DPP Wasiat Ulama Fachrurozy Ishaq dalam acara pendeklarasian dukung di Kantor Sekretariat Wasiat Ulama, Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2012).
Menurut Fachrurozy, sosialisasi mendukung "Raja Dangdut" menjadi calon presiden (capres) tersebut telah dilakukan selama satu bulan terakhir. Sosialisasi itu diberikan kepada sekitar satu juta anggota Wasiat Ulama di Indonesia. Ia mengatakan, salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan kepada anggotanya adalah menggunakan metode ceramah. Menurutnya, sosialisasi itu telah mendapatkan respons positif dari para anggota.
"Kita ceramah di mana-mana keliling Indonesia. Kita selipkan itu, bagaimana kondisi Indonesia dan bagaimana kondisi umat Muslim, dan mereka setuju," katanya. [rmol/hta]
KOMENTAR ANDA