post image
KOMENTAR
Hingga saat ini tidak satupun lembaga penegak hukum yang menyentuh siapa aktor penyandang dana dari kasus suap cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pasca tervonisnya Miranda Goeltom.

Ini bisa menjadi salah satu indikator bahwa KPK telah gagal dalam melakukan tugasnya.

"KPK sudah gagal melakukan investigasi yang lebih jauh. Proses penuntutan sudah gagal, juga dengan supervisi dan pencegahan. (sekarang KPK) malah sibuk menangkap orang, tidak pernah buat orang takut lakukan korupsi. Seharusnya KPK harus ada yang fokus," tegas Anggota komisi III, Khatibul Umam dalam diskusi dengan tema "Siapa Penyandang Dana Miranda S Goeltom" di Gedung YLBHI Jakarta, Minggu (11/11).

Oleh karena itu, janji ketua KPK Abraham Samad yang menyatakan akan mengundurkan diri jika tidak bisa ungkapkan kasus-kasus besar, sepertinya akan terjadi. Pasalnya, kasus cek pelawat yang melibatkan 26 anggota DPR dan merugikan negara Rp 450 miliar merupakan salah satu skandal korupsi yang besar.

"Kalau tidak mampu ungkap kasus Miranda sampai bohirnya (penyandang dana) dan pemilik travel check, Abraham mending mundur, karena bisa diprediksi KPK pasti ngeles," ujar politisi Demokrat ini.

Jika memang takut dan selalu beralasan tidak cukup bukti, Abraham Samad cs lebih baik mendeklarasikan ke publik tidak mampu daripada mencari-cari alasan.

"Belum lagi Century dan Hambalang, seharusnya Abraham Samad buat yang prioritas, kalau kepala daerah cukup daerah yang urus," pungkas Umam.[rmol/hta]

 

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa