post image
KOMENTAR
Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin malas berkomentar soal banyaknya desakan agar dirinya mundur dari jabatannya. Ini karena yang Amir dianggap kinerjanya yang buruk. Amir memang kerap memberikan pertimbangan terhadap grasi para bandit narkoba, termasuk Schapelle Corby.

"Alasannya (meminta saya mundur) apa ya? Apakah penjelasan saya masih kurang jelas?" ujar Amir saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, hari ini (Minggu, 11/11).

Dalam konteks grasi untuk para terpidana narkoba, sambung Amir, dirinya sudah bertindak sesuai dengan ketentuan yang jelas. Jadi, tidak ada kelalalian dalam pemberian rekomendasi.

"Yang ingin saya tegaskan, sesuai konstitusi, pemberian grasi sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden yang tidak dapat diganggugugat ataupun dibatasai dengan cara apapun juga," imbuhnya.

"Kalaupun Presiden meminta pertimbangan (kepada dirinya), itu tidak mengikat. Namun sekali lagi, sekiranya pemberian grasi  pertimbangan kemanusiaan, pasti saya akan berikan pertimbangan setuju," tegas Amir. [rmol/hta]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa