post image
Abdul Rasyid
KOMENTAR
Tulisan mantan Menteri Penerangan Malaysia Tan Sri Zainuddin Maidin di koran Utusan Malaysia yang menyebut mantan Presiden RI BJ Habibie sebagai The Dog of Imperialism disesalkan banyak pihak.

Pernyataan tersebut dinilai tidak sesuai dengan etika, tata krama, dan kesantunan orang Melayu. Orang Melayu adalah orang yang berbudaya dan sangat menghormati orang-orang di sekitarnya, terutama kepada jiran dan tetangga dekat.

"Untuk menyatakan suatu usulan, pujian, kritik, protes, dan juga ejekan orang Melayu tidak pernah menyampaikannya secara terbuka. Mereka telah dilatih menyampaikan sesuatu melalui seni dalam bentuk pantun dan gurindam. Itulah sebab mengapa orang Melayu dipandang sebagai orang terhormat dan civilized, ujar tokoh Melayu Deli, yang juga Ketua Yayasan Cinta Medan, Abdul Rasyid pagi ini (Rabu, 12/12).

Karena itu, lanjut Rasyid, pernyataan Zainuddin Maidin itu tidak sepatutnya keluar dari mulut orang Melayu. Rasyid mengakui bahwa Zainuddin Maidin merupakan keturunan India muslim. Tapi dia tumbuh besar di tanah Melayu dan sudah dibangsakan dengan Melayu. Karena warga muslim Malaysia semua disebut Melayu.

Apalagi, sambung Rasyid, pernyataannya itu disampaikan di media terbesar Malaysia yang juga dibaca orang-orang Melayu di seluruh penjuru Nusantara. Dengan pernyataan itu, Zainuddin Maidin sama saja seperti menghitamkan muka dan martabat orang Melayu.

"Saya banyak mendengar komplain dari masyarakat Melayu terkait masalah ini. Kawan-kawan komunitas Melayu baik di Medan, Riau, Pontianak dan sejumlah tempat lain banyak yang menyayangkan pernyataan itu. Mereka khusus menelopon dan SMS saya hanya untuk menyampaikan penyelasan dan kekecewaan mereka", tegas Abdul Rasyid yang saat ini sedang berada di Bali untuk mengikuti rakernas HIPMI.

Abdul Rasyid, lebih lanjut, menyayangkan sikap diam publik Melayu Malaysia terkait isu ini. Kelihatannya, orang-orang Melayu di sana tidak berani bersuara untuk menyampaikan protesnya. Rasyid menduga ini adalah akibat belum terbukanya kebebasan berbicara dan bersuara di Malaysia. Namun secara bathiniyyah, Rasyid meyakini bahwa publik Melayu Malaysia pun pasti tidak setuju dengan Zainuddin. [zul] 

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa