post image
KOMENTAR
Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Tengku Erry Nuradi, mengajak para nelayan memaksimalkan kekayaan bahari, untuk mendongkrak tingkat kesejahteraan nelayan. Sebab selama ini, hasil laut belum memberikan keuntungan signifikan terhadap para nelayan tradisional.

Demikian dikatakan oleh Tengku Erry Nuradi, kepada medanbagus.com, usai acara peringatan Hari Nusantara ke-13, yang digelar di kawasan wisata Theme Park, Pantai Cermin, Sergai, Kamis (13/12/2012).

Menurut Tengku Erry, kekayaan laut yang terbentang di pantai timur dan barat Sumut, hanya dirasakan segelintir orang. Sementara nelayan tradisional belum belum merasakan manfaatnya, terutama dalam hal peningkatan perekonomian keluarga.

Diakuinya, peralatan yang sederhana menjadi kendala utama para nelayan tradisional, dalam mendapatkan ikan. Belum lagi ancaman cuaca yang kian sulit diprediksi, menjadi kendala lain bagi nelayan tradisional di pesisir panti timur dan barat Sumut.

"Banyak nelayan yang pakai sampan sederhana untuk mencari ikan, tanpa dilengkapi alat penunjuk arah. Akibatnya, hasil tangkapan tidak maksimal dan sering melewati batas teritorian perairan indonesia karena tidak punya kompas, " jelas Erry Nuradi.

Menurutnya, upaya untuk memudahkan nelayan tradisional mendapatkan alat tangkap ikan yang memadai, adalah salah salah satu solusi yang tepat dilakukan..

"Pemerintah Provinsi dan Pemkab, memungkinkan merangkul perbankan dan pihak ketiga dalam pengadaan alat tangkap ikan untuk nelayan. Bisa dengan melibatkan koperasi nelayan atau lain sebagainya, " katanya.

Selain itu, Erry juga menilai mata rantai penjualan ikan yang relatif panjang, masih menjadi kendala. Akibatnya, harga jual ikan ditingkat nelayan menjadi rendah.

"Jika ada sistem atau pola yang tepat, maka harga ikan ditingkat nelayan bisa punya daya tawar, " kata Erry.

Dengan konsep itu, dirinya optimis anak nelayan bisa menikmati ikan besar yang kaya protein. Selama ini, nelayan terpaksa menjual ikan besar hasil tangkapan kepada penampung. Sebagian ikan kecil, dibawa pulang.

"Layaknya, anak nelayan makan ikan besar, bukan hanya masyarakat pemilik uang banyak saja. Mari kita keluar dari keprihatinan ini. "  [alf]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi