post image
KOMENTAR
MBC. Komisi Displin (Komdis) PSSI belum bisa bersikap tegas terkait sanksi terhadap pemain Indonesia Super League (ISL) yang tak bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Pra Piala Asia (PPA) 2015 . Terbukti, mereka kembali menunda memberikan keputusan sampai Senin (21/1/2013) mendatang.

Ketua Komdis Bernhard Limbong menjelaskan bahwa jadwal sidang pemanggilan pemain dan pemberian sanksi yang harusnya berlangsung kemarin (17/1), tak berjalan. Pasalnya, 14 pemain ISL yang dipanggil tak ada yang datang ke kantor PSSI.

"Karena tidak datang hari ini, kami beri toleransi lagi sampai Senin," katanya saat ditemui di kantor PSSI, kemarin.

Mengapa Komdis melunak? Menurut Limbong pihaknya tak ingin terlalu keras dalam kondisi dualism yang terjadi di sepak bola Nasional saat ini. Apalagi, penentuan akhir pemain Timnas yang akan berangkat ke PPA pada 6 Februari baru dilakukan pada 21 Januari.

"Ya, tidak usah nambah persoalan. Apapun alasannya, kami masih beri toleransi," ucapnya.

Namun, Jenderal bintang satu tersebut menegaskan bahwa tak ada alasan lagi bagi pemain jika tak datang pada Senin nanti. Dia memastikan, bahwa sanksi yang akan diberikan akan cukup tegas untuk pemain-pemain tersebut.

Sayang, Limbong belum mengumumkan secara tegas apa sanksi tersebut. Hanya, dia melihat untuk beberapa pemain yang sudah konfirmasi dan memberikan jawaban, aka nada keringanan sanksi. Tapi, untuk yang tidak konfirmasi, mereka diancam hukuman tak boleh memperkuat Timnas.

"Pemain bisa saja disanksi tidak boleh memperkuat Timnas seumur hidup. Tapi, untuk yang konfirmasi dan memberi alasan, mungkin hanya beberapa pertandingan. Nanti kami umumkan," ucapnya.

Sementara itu, pemain-pemain ISL yang dikonfirmasi masih memberikan jawaban yang sama. Mereka rata-rata menyerahkan masalah izin bisa mengikuti TC Timnas atau tidak kepada klub yang mengontrak mereka.

"Kalau saya terserah klub. Tapi saya belum menerima surat pemanggilannya," kata Boaz Salossa.

Jawaban senada juga dilontarkan oleh striker timnas Syamsul Arif. Dia menegaskan bahwa sejauah ini dia memliki keinginan memperkuat Timnas. Namun, karena belum ada izin dari klub, dia memilih untuk menunggu dan tetap fokus bermain untuk klub.

Terkait sanksi, Syamsul masih ingin melihat apa sanksi dan apa penyebabnya. Tapi, dia menilai permasalahn ini bukanlah masalah pemain dengan klub, melainkan masalah antara klub dengan PSSI.

"Pemain tidak terlibat dengan masalah ini. Kalau klub mengizinkan, kami tentu akan berangkat," ucap pemain Persela Lamongan tersebut. (aam/rob/jpnn)
 

Juara Bertahan Liverpool Tersingkir Dari Liga Champion

Sebelumnya

Menang Tipis Dari KKBO Langkat United Jadi Modal PSMS Medan Jelang Laga Perdana Liga 2 Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Olahraga