Calon yang juga diusung PKS itu tak ingin pencalonannya di Pilgubsu periode 2013-2018 terganggu dengan kasus hukum Luthfi Hasan Ishaaq. Sebab itu, Gatot mengajak semua pihak tidak mengaitkan kasus Luthfi dengan Pilkada Sumut.
"Tolonglah objektif, seimbang, proporsional, adil dan jujur, terutama kepada teman-teman media dalam pemberitaan. Jangan kemudian permasalahan ini dikaitkan dengan partai, apalagi dalam hal ini khususnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut," ujar Gatot menjawab wartawan di Medan, Jumat malam (1/2/2013).
Gatot mengemukakan, pihaknya dan jajaran partainya menghormati proses hukum. KPK sebagai lembaga yang kita harapkan komit, kuat dan konsisten dalam pemberantasan korupsi, tentu kita dukung untuk menegakkan hukum.
Namun, dia berharap KPK melakukannya secara adil dan terbuka agar proses hukumnya berjalan dengan baik sehingga kemudian tidak ada terkesan politisasi dari aspek hukum, ujar Gatot yang pada Pilgub Sumut dijagokan oleh PKS berpasangan dengan HT Erry Nuradi (Bupati Serdang Bedagai).
"Saya adalah juga kader partai (PKS-red). Meski tidak berkapasitas mengajak seluruh kader, namun sebagai mantan Ketua DPW PKS Sumut yang sekarang adalah kader dari partai maka saya mengajak seluruh teman-teman partai dan para kader untuk tetap tenang,” ujar Pelaksana tugas Gubernur Sumut itu.
Selain itu, tambah Gatot, para kader bermuhasabah dan melakukan konsolidasi internal dengan tanpa meninggalkan tugas-tugas kepartaian sambil dalam saat yang sama melakukan pengawasan proses hukum yang terjadi sehingga hukum berjalan dengan adil. [ded/ant]

Gatot Pujonugroho dan Lutfi Hasan Ishaaq (tengah)
KOMENTAR ANDA