Berbeda dari empat pasangan cagub dan cawagub lain, Ichsanudin Noorsy, yang menjadi salahsatu panelis di acara debat itu, tak bisa bicara banyak ketika membedah program kerja pasangan ini.
"Ini yang agak repot ini," ujar Ichsanudin Noorsy sambil tertawa dalam wawancara khusus MedanBagus.Com dengan ekonom nasional itu.
" Saya gak bisa banyak berkomentar tentang pasangan nomor empat. Saya cuma melihat kerangka berpikirnya kosong," sambungnya.
Ichsanudin Noorsy coba memberi ilustrasi bagaimana cara dia bekerja sebagai masukan untuk pasangan Amri-RE. Dia bilang begini:
Saya pernah punya jabatan-jabatan politik strategis di bangsa ini. Dari sekadar anggota DPR sampai posisi-posisi tertentu saya pernah duduki, kecuali jabatan menteri dan seterusnya.
Saya ingin mengatakan pada Anda (AMRI-RE), tidak ada kebijakan yang keluar dari saya tidak berbasis akademik. Artinya, politik berbasis akademik itu jauh lebih utama untuk mengambil kebijakan, ketimbang akademik berbasis politik. Karena kita bisa bebas dari kepentingan. Miminal politik berbasis kepentingan atau politik berbasis praktis/pragmatis.Nah, saya ingin mengatakan pada pasangan nomor 4, kekuatan akademiknya gak nampak, gak keliatan. Pengalaman di birokrasi saja tidak cukup untuk menjamin realiasasi sebuah program jika tak tersusun rapi secara akademik. [ded]
KOMENTAR ANDA