post image
KOMENTAR
Sebagai Kepala Negara, tentu peringatan Presiden SBY bahwa tahun ini akan ada kelompok dan elit politik tertentu yang memojokkan dan mengganggu jalannya pemerintahan harus ditanggapi serius. Namun anehnya meski sadar ada gangguan itu, SBY tetap memilih ''jalan-jalan'' ke Jerman dan Hongaria.


"Pernyataan seorang Presiden di publik atas dugaan adanya kelompok-kelompok dan elit politik yang ingin membuat negara gonjang-ganjing dan instabilitas politik, menunjukan hal ini sudah akut dan merupakan pernyataan yang serius," kata anggota Komisi III DPR Indra seperti dikutip dari Rakyat Merdeka Online sesaat lalu Minggu, (3/3).

Oleh karena itu, sambung dia, jika dugaan atau anasir-anasir itu benar adanya dan tidak mengada-ada, menurut Indra, seharusnya SBY tidak pergi ke luar negeri.

"Seharusnya SBY berkonsentrasi mengantisipasi, menyikapi, menyelesaikan masalah itu. Lagi-lagi apabila benar dan tidak mengada-ada bahwa ada kelompok atau elit politik yang akan membuat tindakan dekstruktif dan melanggar hukum. Maka seharusnya diantisipasi dengan alat nagara yang berada di bawah komando presiden dan kalau perlu disikapi dengan penegakan hukum," tegas Indra.

"Bukannya curhat atas kegalaunnya yang tidak produktif seperti ini," sambung Indra, politikus muda PKS ini.

Sesaat sebelum berangkat ke Jerman di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/3) pagi, SBY mengaku dari hasil pemantauannya dan juga informasi dari intelijen tahun ini akan ramai isu-isu yang memojokkan dan mengganggu pemerintahannya dari kelompok tertentu.[ans]

Laporan Keuangan Diterima Dalam RUPS, Pelaporan Hingga Penahanan Mantan Direktur PT GKS Dinilai Rancu

Sebelumnya

Program Rabu 'Walk In Interview' Dikerumuni Pencari Kerja di Medan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Peristiwa