Jika sampai terjadi kenaikan harga, maka Eldin pun akan mengambil sejumlah langkah dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan guna menstabilkan harga tersebut.
Namun begitu memasuki basement Pasar Petisah, puluhan pedagang yang sehari-harinya berjualan sayuran, buah-buahan dan bahan kebutuhan pokok langsung mendatangi Eldin.
Dengan ekspresi wajah penuh kekecewaan, merekan pun menumpahkan keluhannya.
"Tolonglah kami, Pak. Di sini sering kali banjir dan mati lampu. Masalah ini sudah kami laporkan kepada pihak PD Pasar tapi tak pernah ditanggapi. Kalau begitu terus, bagaimana kami bisa berjualan?" kata salah seorang ibu paro baya dengan wajah sangat memelas.
Belum sempat Eldin memberi penjelasan, ungkapan senada disampaikan para pedagang lainnya secara bergantian.
Salah satunya seorang pedagang sayur yang mengaku bernama S Purba (33). Dia menjelaskan, sejak pagi tadi mulai pukul 10.00 WIB listrik padam. Sampai pukul 12.00 WIB, listrik belum hidup juga. Kondisi ini membuat para pedagang tak nyaman, sebab basement terasa panas dan pengap karena kipas angin maupun alat penghisap udara tidak hidup sehingga aroma kuramng sedap pun tercium.
"Kami sudah mendatangi pihak PD Pasar yang berada di lantai tiga Pasar Petisah. Namun kantor tutup, tak seorang pun kami temui disana. Padahal inikan hari kerja. Informasi yang kami peroleh, orang-orang PD Pasar sedang outbond. Padahal mereka punya genset besar, tetapi tidak dihidupi setiap kali listrik padam. Jadi kemana lagi kami harus mengadu? Padahal kami bayar berjualan di tempat ini," keluhnya.
Ungkapan Purba kemudian ditimpali B Br Tarigan. Ibu paro baya yang berjualan buah-buahan itu mengeluhkan banjir yang sering terjadi. Paling parah terjadi Minggu dan Senin kemarin, tinggi air sampai sebetis orang dewasa. Akibatnya mereka pun gagal menggelar dagangan dan masyarakat pun enggan datang berbelanja. Selain itu buah-buahan miliknya banyak yang berbusukan akibat terendam air.
"Banjir ini terjadi akibat drainase yang ada di los ikan tersumbat. Begitu hujan deras turun, air hujan tak dapat mengalir sehingga meluap dan menggenangi lantai basement. Kalau ini tidak cepat ditangani, bagaimana mungkin kami bisa berjualan dan masyarakat pun pasti enggan datang berbelanja kemari. Tolonglah perhatikan nasib kami Pak, sebab kami ini hanya pedagang kecil," ungkapnya sedih.
Mendengar keluhan para pedagang, Eldin pun berjanji akan segera menindaklanjuti seluruh keluhan para pedagang. Akan tetapi ketika dia ingin memerintahkan instansi terkait segera menindaklanjutinya namun tak satu pun kepala dinas yang terkait hadir seperti Dinas Pertamanan terkait listrik, Dinas Bina Marga dan Dinas Perumahan dan Permukiman menyangkut drainase serta Dinas Kebersihan dan Camat Medan Petisah terkait masalah kebersihan.
Begitu juga ketika minta Direktur PD Pasar untuk datang, yang dinanti tak kunjung datang sampai peninjauan berakhir.
Itu sebabnya ketika melihat Kepala Pasar Petisah Idham Saudy Siregar datang, Eldin pun langsung memarahinya.
"Kemana saja kau, mengapa keluhan para pedagang tidak ditanggapi. Berarti kau tidak bekerja selama ini. Seharusnya apa yang menjadi keluhan pedagang ditampung dan ditindaklanjuti," tegas Eldin yang hanya didampingi Asisten Umum Umum Ikhwan Habibi, Kadisperindag Syahrizal Arif dan Kabag Humasy Budi hariono SSTP MAP.
Sementara itu Kepala Pasar Petisah Medan Idham Saudy Siregar mengaku, pihak PD Pasar telah bekerja maksimal selama ini. Terkait listrik padam, dia mengaku bukan kesalahan PD Pasar.
"Listrik padam kan dari PLN, bukan PD Pasar. Karena itu alat penyedot udara tidak dapat difungsikan. Padahal aktifitas jual beli di tempat ini harus diikuti dengan pengoperasian alat penyedot udara. Mesin genset memang ada namun kapasitasnya tidak mampu untuk menghidupkan alat penyedot udara. Artinya hanya bisa untuk menghidupkanlampu saja," jelas Idham. [rob]
KOMENTAR ANDA