post image
KOMENTAR
MBC. Kepastian kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang disetujui parlemen pusat memicu antrean pembelian BBM. Di beberapa SPBU di Banyumas Jawa Tengah, misalnya pengantre tampak mulai mengular.
 
"Antrean pembeli BBM sudah naik semenjak rencana kenaikan BBM diparipurnakan," kata Petugas SPBU Wangon Kabupaten Banyumas, Darsito, Jumat (21/6/2013).
 
Menurut dia terjadi kenaikan jumlah pembelian hingga 30 persen pasca dipastikannya kenaikan BBM. Dalam sehari, biasanya SPBU Wangon hanya menjual sekitar 18-20 kiloliter. Namun sejak empat hari lalu terjadi lonjakan hingga 26 kiloliter.
 
"Yang paling terasa adalah pembelian dengan jerigen untuk dipasarkan lewat eceran warung-warung," ujarnya.
 
Pihak SPBU mengantisipasi kemungkinan penimbunan BBM dengan cara meminta pembeli menunjukkan surat rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) yang di dalamnya diketahui oleh kepala desa dan camat.
 
"Dikhawatirkan terjadi penimbunan BBM oleh para spekulan," jelasnya.
 
Sementara, penjual eceran bensin asal Besuki, Rokhim mengaku sudah mengantri sejak pagi. Namun hingga siang ini Jumat, (21/6/2013) satu jerigennya belum terisi.
 
"Saya sudah antre sejak jam 8 pagi. Sudah 3 jam belum dapat bensin,' ujarnya sebagaimana disiarkan Rakyat Merdeka Online.
 
Sebelum ada kepastian kenaikan bensin, jatah pembeliannya adalah 40 liter. Namun sekarang dia hanya dijatah maksimal 30 liter. Kendati begitu, Rokhim mengaku tidak keberatan asal suplai BBM lancar. [ans]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi