Para pengguna situs tersebut marah karena hal tersebut bukan hanya tidak etis, tetapi seolah menunjukkan arogansi dan pengabaian terhadap perempuan di negara kaya.
"Ini menambah masalah Tiongkok karena telah memperlakukan perempuan sebagai barang konsumsi. Ini degradasi moral di negara kaya ini," tulis Baoyin Cao, seorang blogger di Tiongkok.
Para ibu ASI ini disediakan oleh agen, yang kebanyakan dari mereka merupakan perempuan miskin, yang baru saja melahirkan. Hal ini rupanya mereka lakukan dengan senang hati karena akan menunjang keuangan mereka. Para ibu ASI ini menawarkan layanan selama beberapa hari sampai bebeberapa minggu dalam satu bulan dengan harga yang bervariasi antara 2 ribu dolar AS sampai 4 ribu dolas AS.
"Orang dewasa (klien) dapat meminumnya langsung dengan menyusui langsung, atau mereka bisa minum dengan menggunakan breast pump jika mereka merasa malu," ungkap Lin Jun, seorang pemilik agen ibu ASI, Xinxinyu, seperti dikutip Hongkong Herald (Minggu, 7/7/2013).
Di satu sisi, hal ini telah mendorong pemerintah daerah di Shenzhen untuk menangguhkan izin usaha agen-agen yang mempekerjakan ibu ASI. Banyak masyarakat Tiongkok percaya dengan meminum ASI memiliki beberapa kualitas nutrisi khusus yang baik bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang berada dalam pengobatan pasca operasi.[hta]
KOMENTAR ANDA