post image
KOMENTAR
MBC. Perlu tindakan cepat dan tepat untuk mengatasi persoalan terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada Rabu (28/8/2013), nilai tukar pada sejumlah bank di Jakarta makin mendekati level Rp 12.000 per dolar AS.

Agar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa kembali ke level yang secara psikologi aman, pemerintah disarankan melakukan kontrol terhadap aliran modal.

"Kalau berani, lakukan parcial capital control seperti yang dilakukan Mahatir Muhammad di Malaysia pada waktu krisis 1998. Aliran modal keluar dikontrol," ujar ekonom senior DR Rizal Ramli di Jakarta, Rabu malam (28/8/2013).

Selain itu, agar nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa kembali ke level yang secara psikologi aman, kata Rizal Ramli, pemerintah perlu membuat kebijakan yang lebih agresif untuk mengurangi impor. Apabila ini dilakukan maka defisit transaksi berjalan atau carrent account defisit bisa berkurang setengahnya menjadi minus 5 miliar dolar AS dari yang ada saat ini sebesar minus 9,8 miliar dolar AS.

Tidak lupa, lanjut Menko Perekonomian era Gus Dur ini, yang juga penting dilakukan adalah menerapkan pembatasan impor produk pangan melalui sistem tarif. Rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa harus menanggung kenaikan harga pangan akibat melemahnya nilai tukar rupiah karena sistem kuota yang selama ini ditempuh menyediakan ruang bagi kartel pangan. Sebaliknya, dengan sistem tarif, kartel di sektor pangan bisa dihapuskan sehingga harga pangan pun malah turun dan bukannya naik dengan dolar. Di lain hal, katanya, produksi pangan dalam negeri harus ditingkatkan.

"Saya tidak paham ada pemimpin yang mendapat (gelar) doctor dalam bidang pertanian tapi pertanian kita hancur, budget untuk sektor pertanian berkurang," kata Rizal Ramli sembari menekankan pentingnya memasukkan eksport revenue ke dalam sistem perbankan sebagaimana disiarkan Rakyat Merdeka Online. [ded]

Kemenkeu Bentuk Dana Siaga Untuk Jaga Ketahanan Pangan

Sebelumnya

PTI Sumut Apresiasi Langkah Bulog Beli Gabah Petani

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Ekonomi